h1

Pembajakan di Indonesia, Ga Usah Ditentang Lah…

December 17, 2007

Artis-artis dan musisi di Indonesia belakangan bersatu menentang pembajakan. Di balik penentangan terhadap pembajakan ini, justru terjadi beberapa fenomena yang membuat artis tertarik untuk membiarkan pembajakan seperti : GIGI, Ade Rai, dll. Band ‘ndeso’ yang berhasil menjadi fenomena industri musik (Kangen Band) pun terkenal melalui pembajakan albumnya sebelum laris di pasaran.

Aku setuju dengan langkah musisi yang membiarkan permasalahan pembajakan ini. Walaupun secara langsung itu merupakan hal yang benar untuk menentang pembajakan, tetapi secara tidak langsung itu adalah hal yang sangat berbahaya. Mari kita buktikan dan melakukan perhitungan.

Berapa jumlah pasar rakyat yang ada di kota-kota di Indonesia? 1? 2? ngga’, biasanya mencapai 4 bahkan lebih untuk kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dll. Asumsikan saja ada 5 pasar untuk setiap kota besar yang ada di Indonesia. Berapa sih jumlah pedagang toko CD Bajakan yang ada disitu? asumsikan sekitar 10 pedagang (mestinya lebih..). Kalo gitu ada sekitar 5 pasar x 10 pedagang x 200 (mestinya lebih lagi) kota yang ada di Indonesia. Berarti ada sekitar 10.000 tenaga kerja yang tersedia sebagai penjual CD Bajakan. Itu belum termasuk mereka yang berjualan di jalanan dan para pemasok CD bajakan tersebut. Artinya ada sekitar 100.000 lebih (sangat lebih dari itu!! Mungkin mencapai 1 juta) tenaga kerja yang bergumul dalam industri CD Bajakan. Kalo lo pade artis-artis ngerasa dirugikan ama ulah mereka, lo sendiri udah ngerugiin orang sebanyak itu!! Yakin lo bisa ngidupin mereka semua?? Lagian berapa duit lo pada dari jadi artis?? Ga seberapa kan?? Gedean uang produsernya daripada uang lo!! Trus sebenarnya pemasukan terbesar artis tuh bukan dari album, tapi dari show-show mereka!!

Nah, kalo dikalkulasiin jumlah total uang yang bergulir di dalamnya, anggap satu orang memutarkan uang sebanyak 1 juta per bulan untuk bisnis ini. Berarti ada uang sejumlah 100 M rupiah (Mestinya mencapai 1 T) dalam sebulan yang berputar dalam bisnis CD Bajakan!! Luar biasa!! Bisa ga lo artis-artis ngumpulin duit buat ngompensasiin ini?? Lagian, kalo dibiarin, mereka bisa menjadi para penjahat yang meresahkan masayarakat karena ga punya duit. Lagipula, pemerintah hingga saat ini belum mampu menyediakan tenaga kerja untuk mereka dan lebih mikirin nyari duit buat kemakmuran pemerintah.

Tolong deh, artis-artis pada berpikir dewasa. Kerja keras kalian dan tuntutan kalian akan hak kalian ga bakal ngebuat kalian sebegitu kaya, yang nambah kaya itu para produser kalian!! Sementara produser kalian itu udah kongkalingkong ama penyedia-penyedia uang dari luar negeri, investor, dan pihak-pihak lain. Tolonglah bersikap dewasa. Aku pun sebenarnya menentang pembajakan, namun dampak dari penghentian pembajakan ini akan membuat kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Aku setuju dengan pemikiran GIGI, dan Ade Rai. Lagian, masih ada ko’ kaum masyarakat tertentu yang masih mengutamakan kepuasan, orisinalitas, eksklusifitas dari suatu album (biasanya para orang kaya). Kalian juga salah sih, nyari pangsa pasar ke orang miskin. Mana mau mereka beli barang-barang mahal, walaupun keren. Para artis sebenarnya juga masih bisa nyari duit dari show, dan acara TV.

Biarpun gitu, sayang banget kalo uang yang sebanyak itu berputar di-siasiain. Usulku, ya udah pembajakan dilegalkan aja ama pemerintah. Tapi pembajakan yang dilegalkan itu mesti pembajakan yang berlisensi. Misalnya, bentuk aja perusahaan yang emang bergerak dalam hal perbanyakan karya-karya artis. Nah, mereka harus kerjasama ama perusahaan-perusahaan endorser artis. Kerjasama berisikan lisensi usaha mereka. Jadinya para produser masih bisa menikmati uang dari karya artis-artis (walau ga begitu gede), artis-artis masih dapet royalti, dan para penjual CD bajakan masih bisa menggantungkan kehidupan mereka dari CD bajakan. Selain itu, mestinya pemerintah jangan terlalu banyak minta pajak ini pajak itu.. Pas aku ngeliat distribusi pengeluaran uang dari penjualan albumnya artis, banyak banget pajak yang mesti dikeluarin! Pajak inilah, pajak itulah. Mestinya harga satu kaset yang 25,000 bisa dijual 12,000 dan untung lagi!! Yah, maruk banget sih pemerintah. Kalo volume pajak dikurangi, dunia usaha kan bisa berkembang dan banyak tenaga kerja yang tersedia. Yang untung kan pemerintah juga. Kalo gini, lama-lama distribusi industri musik bakal bergeser ke media internet. Ya iyalah, ga banyak pajak dan ga perlu ngebuat banyak jalur distribusi!! Walaupun gitu, tetep aja jalur distribusi via internet itu rawan pembajakan (malah lebih rawan via internet). Oleh karena itu, ya udah pemerintah legalin aja pembajakan karya-karya artis. Ga ada gunanya dilawan. Yang untung cuma pihak-pihak tertentu. Lihat tuh China, bajak mereka biarin, malah didukung. Akhirnya, China jadi maju karena mampu membajak, meniru, bahkan memodifikasi karya bangsa lain. Yang mestinya ditentang bukan pembajakan lagu-lagunya artis, tapi pembajakan budaya Indonesia!! Liat tuh, Malaysia, Jepang, ama Singapura udah makin rajin aja nge-bajak budaya kita. Mulai dari tempe, rendang, batik, dll. Dasar bangsa yang aneh, yang berbahaya dipuji-puji, yang menyenangkan dimaki-maki.. Edan edan…

Masih berani menentang pembajakan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: