h1

7 Kelamahan Utama Timnas Indonesia

November 21, 2007

Belum lama berlalu piala asia dari ingatan para pencinta sepakbola Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah dan menampilkan permainan yang luar biasa, serta membuat rakyat Indonesia bangga menyatakan bahwa mereka memiliki sebuah timnas sepakbola Indonesia. Namun setelah berselang 5 bulan, permainan timnas Indonesia langsung berubah menjadi seperti ayam sayur. Mengecewakan… Ada apa dengan timnas Indonesia?

Berikut kelemahan utama timnas Indonesia yang harus segera diperbaiki :

  1. Pemain Indonesia memiliki teknik dasar yang sangat buruk. Untuk membuktikan statement ini, perhatikan pergerakan, passing, shooting, dan positioning pemain Indonesia. Bandingkan dengan pemain dari negara Eropa, Amerika Latin, atau mungkin Jepang dan Korea Selatan. Aku yakin statement ini benar.
  2. Tidak ada striker pemiliki naluri mencetak gol yang tinggi. Sebetulnya Indonesia mempunya Bambang Pamungkas sebagai pemain yang tajam. Namun Bambang bukanlah tipe striker yang oportunis. Dengan gaya permainannya, Bambang lebih pantas berduet dengan 1 striker lagi dibanding menjadi penyerang tunggal ditopang 2 sayap.
  3. Kualitas liga yang tidak sebanding dengan kemajuan timnas Indonesia. Aku yakin bahwa ini adalah faktor yang sangat berpengaruh. Perhatikan Inggris. Liga mereka memiliki kemajuan yang sangat pesat sehingga kualitas liga meningkat tajam. Apa konsekuensinya? Pemain asing membludak sehingga pemain lokal yang memiliki kualitas yang sebanding dipinggirkan dengan alasan kepentingan bisnis, dan reputasi. Hal ini membuat pemain lokal tidak berkembang, dampaknya pun dirasakan oleh Timnas mereka. Jumlah pemain lokal berkualitas yang berkurang membuat timnas kesulitan mencari anggota timnya. Saat ini liga Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, tapi hal ini membuat volume pemain asing membludak. Dengan kualitas yang lebih baik, harga yang relatif lebih murah untuk beberapa pemain, dan reputasi negara asal mereka yang bisa mendatangkan penonton tentu saja membuat pemain lokal sulit bersaing dengan mereka. Menurutku salah satu metode mengatasi permasalahan ini adalah menggunakan metode naturalisasi atau pembinaan pemain muda lokal di klub luar negeri. Naturalisasi akan menyeimbangkan kualitas sepakbola timnas Indonesia dengan kualitas Indonesia, sementara pembinaan pemain muda lokal di klub luar negeri akan menempa mereka untuk merasakan kerasnya atmosfer persepakbolaan di luar negeri yang tentunya juga akan meningkatkan kualitas timnas Indonesia.
  4. Organisasi tertinggi sepakbola yang manajemennya sungguh berantakan. Bagaimana mungkin pemain PSSI dibina oleh seorang yang memiliki dosa yang sangat banyak kepada banyak rakyat Indonesia? Yang namanya duit haram tetep aja haram walau ingin dicuci jadi duit baik. Sudah saatnya PSSI memprofesionalkan sepakbola Indonesia agar tidak harus selalu ditangani orang berduit yang hartanya belum tentu ‘bersih’.
  5. Sistem pembinaan pemain daerah yang sangat buruk. Pemain daerah adalah aset utama kemajuan sepakbola Indonesia. Mengapa begitu? Sekarang coba hitung berapa jumlah luas lahan sepakbola yang resmi maupun tidak resmi yang terdapat di kota-kota besar. Bandingkan dengan di daerah-daerah. Kemudian bandingkan iklim yang terdapat di kota dengan di daerah, selanjutnya bandingkan realitas sosial yang terdapat di kota dengan di daerah. Jauh berbeda bukan? Bukankah jelas sekali terlihat bahwa para penduduk daerah mempunyai potensi yang sangat besar untuk fokus di dunia sepakbola. Kenapa para penduduk di kota-kota besar yang dibina dengan serius? Bukankah udara di kota-kota besar itu kotor sehingga tidak baik untuk pembinaan sepakbola berlanjut? Selain itu, perhatikan kompetisi sepakbola Junior yang ada di Indonesia yang bisa dirasakan manfaatnya secara signifikan oleh masyarakat. Tidak ada kan? Piala Suratin atau Piala Medco hanya ditujukan untuk para klub yang telah eksis, kemudian kompetisi-kompetisi lainnya hanya diadakan untuk tujuan-tujuan oknum2 tertentu. Bagaimana bisa terjaring bakat2 berkualitas yang sesungguhnya di persepakbolaan Indonesia?
  6. Pemain tidak bermain menggunakan otak, hanya menggunakan badan. Apa ciri-ciri pemain yang bermain menggunakan otaknya? Mereka bermain dengan pertimbangan yang sangat matang. Mereka mampu menebak pergerakan rekannya atau lawannya. Mereka mampu membaca arah permainan. Keputusan yang dilakukan ketika bermain bola dilakukan atas gabungan unsur logis dan intuitif. Pemain sepakbola dengan spesifikasi ini adalah Paolo Maldini, Zinedine Zidane, David Beckham, Juan Roman Riquelme, Kaka, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Franc Ribery, Miroslav Klose, Shunsuke Nakamura, Younes Mahmoud, Franz Beckenbauer, Michel Platini, Johan Cruijff, dll. Apabila mengontrol bola, menjaga pemain, menendang, atau apapun itu, mereka selalu memikirkan cara terbaik untuk melakukan gerakan yang efisien, umpan yang matang dan terarah, tembakan yang keras dengan arah yang akurat dan membingungkan kiper ataupun bek lawan. Mereka tidak melakukan gocekan hanya untuk aksi tipu-menipu semata, ataupun bergaya di depan penonton. Mereka melakukan gocekan untuk melakukan tindakan yang harus mereka kerjakan di saat selanjutnya. Sayangnya, pemain Indonesia saat ini sangat jarang bermain menggunakan otaknya. Kalau dulu ada Fachri Husaini, Widodo C.Putro, Bima Sakti, atau Kurniawan yang biasa bermain seperti ini.
  7. Mental yang buruk. Yah, tidak perlu dijelaskan lagi kayaknya untuk yang ini. Kita udah terlalu lama dijajah dan malu mengakui kemampuan kita. Ketika bertemu dengan kaum yang terkesan lebih elit dibanding kita, pasti ada rasa minder yang menggelayuti. Lihat saja timnas Indonesia ketika menghadapi tim-tim arab, atau eropa, atau amerika latin, pasti umpannya banyak yang ga terarah, terus lebih sering bertahan dibanding menyerang, dan banyak kebobrokan lainnya. Tapi pas ketemu tim-tim dari afrika, atau rekan-rekan tetangga kita yang satu rumpun (Malaysia, Thailand, dll) kita pasti habis-habisan dan mati-matian tidak mau kalah.

Nunggu apalagi nih timnas? Ayo benahi kelemahan kalian!!

2 comments

  1. Maybe you can write this is english so we can read it.jk


  2. okey, friends. But i’m sorry ’bout my ‘bad english’. Heheh..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: