h1

Mana yang Mewakili Dirimu? Generalis atau Spesialis?

November 18, 2007

Business week edisi minggu pertama September 2007 mengupas hal yang menjadi trend baru dalam dunia bisnis dunia, yaitu pergeseran trend seorang pemimpin dari Generalis menjadi Spesialis. Business week menyebutkan bahwa pemimpin generalis kini sangat sulit ditemukan dan dunia bisnis saat ini lebih membutuhkan yang terbaik sebagai pilihannya. Terbukti bahwa saat ini perusahaan yang sukses dalam dunia usaha memiliki pemimpin yang berspesialis di bidang tertentu, apakah itu bidang teknis, bidang pemasaran, bidang financial, atau bidang pemberdayaan sumber daya manusianya.

Melalui artikel ini, logikaku terusik. Lalu bagaimana orang-orang yang bertipe generalis seperti diriku ini??

Untuk menyamakan persepsi, harus kujelaskan dahulu definisi generalis dan spesialis. Bagiku, generalis adalah orang memiliki kemampuan untuk menguasai pembelajaran secara menyeluruh. Beberapa Tokoh yang tergolong golongan generalis adalah Thomas Alfa Edison, Soekarno, Jack Welch, Hamka, Napoleon Bonaparte, Albert Einstein, dan Archimedes. Mereka memiliki kemampuan untuk berpikir tidak dalam dikotomi sebuah definisi. Pada umumnya mereka mampu menguasai segala bidang dengan cepat dan baik, bisa melihat kegunaan ilmu yang mereka pelajar, dan tidak merasakan barrier dari pembelajaran mereka disaat beberapa menganggap apa yang mereka lakukan tidak berguna. Kelemahannya, mereka pada umumnya orang-orang yang mudah sekali bosan, selalu bermain-main(dalam definisi mereka tentunya), dan cenderung otoriter(karena ia begitu mudah menguasai sesuatu, ia merasa yakin bahwa pendapatnyalah yang berasal dari intuisinyalah yang selalu benar. Apabila disuruh membuktikan kebenarannya ia yakin bahwa ia akan dengan mudah mendapatkan bukti kebenaran pendapatnya) . Mereka memiliki potensi yang sangat besar untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Profesi mereka pada umumnya adalah profesi yang membutuhkan kelihaian dan kecerdikan dalam mengatasi tekanan, seperti politikus, pengusaha, ilmuwan/analis, musisi, ahli pemasaran, presiden, artis, engineer, dan psikolog.

Selain  itu, terdapat juga golongan spesialis. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan belajar secara spesifik. Beberapa tokoh yang tergolong spesialis adalah David Beckham, Isaac Newton, Niels Bohr, Yngwie Malmsteen, Bill Gates, dll. Mereka mempunyai kemampuan untuk fokus dalam suatu bidang. Pada umumnya mereka adalah orang-orang yang kesulitan menguasai suatu bidang keilmuan. Mereka terkenal sulit untuk beradaptasi pada lingkungan sosialnya. Hanya saja ketika mereka berhasil menemukan bidang yang sesuai dengan keinginannya, mereka pasti bisa menjadi seseorang yang sangat ahli. Mereka memiliki kekuatan fokus yang sangat tinggi, dan hanya berbicara ketika topik pembicaraan yang mereka dengar sesuai dengan pemikirannya. Profesi yang pada umumnya sesuai dengan mereka adalah dokter (dokter spesialis), penemu/ilmuwan/peneliti, guru/dosen, akuntan, atlet, sekretaris, ahli bedah, koki, designer, dan photographer.

Nah, sekarang kenapa saat ini spesialis lebih dibutuhkan sebagai pemimpin. Penyebabnya adalah karena perubahan trend ekonomi saat ini yang terjadi di masyarakat. Yaitu bahwa kualitas suatu produk itu ditentukan dari spesialisasi brand tersebut. Ahli usaha di dunia berpendapat bahwa hal tersebut memberikan tuntutan pada perusahaan untuk fokus mengembangkan kelebihan perusahaan. Dalam hal ini, tentu saja CEO spesialis lebih dibutuhkan. Kekuatan mereka untuk fokus dalam melakukan pengembangan membuat produk menjadi terbaik untuk masyarakat. Namun apa benar generalis kurang sesuai lagi untuk memimpin perusahaan?

Seperti yang kukatakan pada bagian awal tadi, kecenderungan perusahaan untuk memilih CEO yang spesialis itu dilatarbelakangi berkurangnya jumlah CEO bertipe generalis. Hal ini sangat wajar sekali, karena kondisi saat ini membuat tipe generalis sulit berhasil. Perhatikan saja metode pendidikan saat ini, semuanya disusun secara spesifik. Ketika berada di jenjang SMA, kita dituntut lebih awal untuk memilih bidang apa yang ingin kita tekuni. Jenjang ini telah menjadi awal kemunduran kaum generalis. Mereka adalah orang-orang yang suka mengeksplorasi hal baru, sistem pendidikan seperti ini tentu akan membuat kaum generalis merasa tidak nyaman. Apabila mereka menyerah tentu mereka lebih memilih menjalankan bidang lainnya yang mereka sukai.

Begitu pula ketika masa kuliah. Pada awalnya kita sudah disuruh memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Hanya saja sistem ini kembali mendatangkan ketidaknyaman bagi kaum generalis. Akhirnya banyak dari mereka lebih memilih untuk menekuni bidang lain di luar perkuliahan. Berlanjut lagi ke tingkat pekerjaan, mereka semakin dituntut untuk menjadi spesialis. Mereka diwajibkan untuk menduduki posisi tertentu yang spesifik. Para spesialis yang tidak suka akan lebih memilih untuk memulai sebuah usaha mandiri atau berpindah pekerjaan. Sementara mereka yang bisa menerima akan menjadi kesulitan untuk maju menapaki jenjang karir karena mereka pasti akan kesulitan untuk melewati para spesialis yang memiliki kedalaman ilmu yang lebih dibanding mereka. Hasil akhirnya?? Tren sosial berubah dan sedikit sekali jumlah generalis yang berhasil menduduki jenjang pemimpin perusahaan.

Oleh karena, apapun tipe pembelajaran kita, spesialis atau generalis, tak perlu merasa kecewa atau bangga.  Tipe pembelajaran ini merupakan anugerah dari yang kuasa dan tak mungkin ditolak. Biasanya, dengan sendirinya kita akan mengetahui tipe kita. Tentang pemimpin perusahaan? Menurutku seorang pemimpin perusahaan yang bersifat generalis akan mampu mendobrak prediksi pasar dengan kemampuan yang mereka miliki. Logikanya, apabila terjadi evolusi hasilnya adalah penyempurnaan, namun apabila terjadi revolusi maka akibatnya adalah perubahan.

Kenali tipe pembelajaran yang sesuai dengan kita agar tidak salah dalam melakukan sesuatu.. Nah yang mana yang mewakili diri kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: