h1

BUMN Masih Payah.. (1)

September 4, 2007

Sebenarnya aku tak layak mengatakan hal ini, tapi kenyataan yang terjadi ternyata seperti ini. Aku ga bisa diem aja dan nrimo. Kritik yang kuajukan ini berkaitan dengan masalah kinerja 2 BUMN yang paling sering berinteraksi denganku yaitu PLN dan Telkom.

PLN is the worse BUMN in Indonesia. Pelayanannya buruk, lamban mengatasi masalah, penuh dengan korupsi, banyak penjilat, dan birokrasinya terlalu ribet. Hal ini kualami sekitar 3 bulan yang lalu. Ketika aku berkunjung menuju kantor PLN untuk mengajukan permohonan tambah daya, pelayanan yang kudapatkan sangat buruk… Pegawainya sibuk dengan urusan masing-masing, mukanya cemberut, trus aku dioper ke sana sini lagi. Lalu pas lagi menuju ke ruangan tempat ku “dioper”, aku menemukan seorang pegawai PLN menjilat atasannya yang berbaju kantor dan bermobil mewah. “Apa-apaan ini?”, pikirku dalam hati. Selanjutnya ketika aku menanyakan tentang apakah aku bisa menambah daya, mereka mengatakan bisa. Tunggu saja kabarnya, paling telat 3 hari lagi. Kelanjutannya? Bullshit semua itu!! Jangankan bisa tambah daya, dihubungi saja tidak. Seminggu kemudian, aku langsung mandatangi pihak pln dan mengusut janji2 mereka. Mereka berkelit dengan seribu satu alasan. Alasan yang paling klasik adalah mereka berkata bahwa itu bukanlah wewenang mereka untuk menentukan apakah bisa menambah daya atau tidak, itu adalah wewenang teknisi PLN. Selanjutnya aku putus asa. Bebehari kemudian, rekanku menawarkan kepadaku tentang pengurusan penambahan daya tersebut. Dia menawarkan temannya untuk memasang jaringan itu, karena temannya adalah pegawai PLN. Kemudian, temannya menceritakan bahwa budaya di PLN memang seperti itu. Kalo tidak ada orang dalam, jangan harap bisa mendapat kemudahan akses pelayanan listrik. Lalu dia berkata, biasanya juga yang menambah daya di rumah-rumah adalah pegawai PLN tanpa menggunakan izin PLN. Katanya, PLN menganggap pemberian fasilitas listrik(apapun itu) yang dilakukan oleh pegawainya terhitung legal. Hal ini dikarenakan semua alasan yang diberikan PLN kepada pelanggan sebenarnya adalah pancingan agar pelanggan yang ingin menambah fasilitas listrik memberikan bayaran yang lebih dibanding yang lain. Pantas saja BUMN ga maju-maju, mentalnya brengsek…

One comment

  1. Wah, betul2 bejat pegawai PLN kalau berbuat demikian, perbuatan sepeeti itu tentu dilakukan oleh oknim dan itu dapat diadukan kepihak manajemen dengan mencatak identitas diri mereka beserta bukti tentunya. Yang saya tahu PLN tidak mentoleril pegawainya bertindak sebagai calo.

    Saya kira masyarakat harus punya keberanian untuk mengungkap praktek kayak demikian dengan melaporkan keinstitusi yang berwenang atau paling tidak sampaikan kepada pers.

    Yang saya tahu lainnya adalah bahwa PLN kekurangan daya untuk melayani masyarakat karena regulasi pemerintah selama ini kurang memberikan kesempatan untuk melakukan investasi mencukupi kebutuhan sehingga pelayanan pasang baru dan tambah daya dilakukan secara selektif.

    Demikian saja.

    Yarli



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: