h1

Rencanakan Pensiun Sejak Dini

August 24, 2007

Masa pensiun adalah masa yang bisa dibilang paling menakutkan bagi para eksekutif maupun pengusaha yang berada di Indonesia. Bagi mereka yang terbiasa untuk sibuk dan aktif semasa muda, akan merasakan sesuatu yang bernama Post Power Syndrome, sindrom kehilangan kekuasaan, yang membuat mereka menjadi tidak nyaman, takut, dan merasa asing. Oleh karena itu, kini telah menjadi kewajiban bagi masyarakat untuk merencanakan masa pensiunnya sejak dini. Untuk mendapatkan masa pensiun yang nyaman, tentunya seseorang butuh kondisi finansial yang kuat. Oleh karena itu, perencanaan finansial masa pensiun wajib dilakukan masyarakat.

Ada banyak alternatif bagi para orang-orang yang merencanakan kondisi finansial ketika pensiun. Bisa melalui investasi di bursa saham, real estate, emas, atau reksadana. Sementara bagi mereka yang menginginkan kesibukan, kebanyakan memilih untuk memutar uangnya pada bisnis. Untuk mereka yang memilih alternatif bisnis dengan modal pengetahuan bisnis dan mental bisnis yang belum kuat, bisa memilih jalur bisnis waralaba yang telah disusun dengan sistem bisnis yang aman dan mudah. Namun bagi mereka yang menyukai berbisnis namun sebelumnya belum berani untuk keluar dari pekerjaannya karena keluarga atau modal, bisa memilih untuk terjun ke dalam dunia bisnis pribadi. Semuanya tergantung karakteristik orang yang merencanakan masa pensiun.

Dalam balapan, atau adu lari, kita wajib mengenal lintasan balap/lari kita dan mengetahui dimana garis finishnya. Begitu pula dalam merencanakan masa pensiun. Untuk merencanakan masa pensiun dengan baik, kita wajib mengetahui lintasan sebelum pensiun dan melihat garis finish yang ingin kita capai, atau pada usia berapa kita ingin pensiun. Apabila kini kita berusia 22 tahun, perkirakanlah berapa pendapatan yang anda peroleh dalam setiap hari, bulan, atau tahunnya. Kemudian proyeksikan nilai anda di masa depan kelak. Lalu, tentukan apa tujuan anda di masa pensiun nanti. Nominalkan tujuan tersebut, dan kapan anda merasa siap untuk mencapai tujuan tersebut. Selanjutnya konversikan semua itu dengan tingkat suku bunga yang anda inginkan. Barulah anda bisa merencanakan berapa uang yang harus disisihkan untuk mencapai masa pensiun.  Ini sebenarnya sebuah hal sederhana, hanya saja banyak orang yang menganggap remeh dan tidak mengaplikasikannya. Konsekuensinya, mereka akan kebingungan ketika telah menuju masa pensiun dan ketika pensiun, mereka merasa depresi dan menghadapi banyak kesulitan. Tidak ada salahnya untuk mencoba memproyeksikan bagaimana masa pensiun kita dan melakukan investasi uang untuk masa pensiun nantinya. Toh akan kita nikmati hasilnya di masa depan kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: