h1

Hebohnya pilkada DKI

August 8, 2007

Hari ini, DKI melakukan pilkada dengan calon gubernur Fauzi Bowo dan Adang Darojatun (maap kalo penulisannya salah…). Karena pilkada, maka gubernur DKI saat ini memberikan kebijakan “tanggal merah” kepada wilayah warga DKI agar mengikuti pilkada. Menurutku, pilkada DKI kali ini terkesan spesial. Hal ini dikarenakan hebohnya masa kampanye yang dilalui masing-masing calon gubernur. Media elektronik dan media cetak pun menjadi ajang untuk masing-masing calon melakukan kampanye. Serunya lagi, pilkada kali in juga melibatkan banyak artis sebagai juru kampanye. Wajar saja sih, karena DKI adalah ibukota dari negara kita tercinta.. Apalagi kebanyakan artis bermukim di wilayah jakarta.

Di balik kemeriahan pilkada kali ini, aku masih menyimpan keraguan. Apa benar gubernur yang terpilih akan menjadi gubernur yang menepati janji mereka kepada rakyat Jakarta? Meskipun aku bukan penduduk Jakarta, tetapi aku tetap merasa bahwa gubernur Jakarta adalah representatif seluruh gubernur yang ada di seluruh Indonesia. Mungkin hal ini disebabkan oleh status ibukota yang disandang Jakarta. Gubernur Jakarta harusnya bisa menjadi teladan bagi gubernur2 di wilayah lainnya. Aku melihat bahwa kebanyakan gubernur2 ini menjanjikan banyak ke”bahagiaan” dan lagu2 lama seperti : pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan tempat tinggal penduduk, dan banyak hal lagi. Berpikir logis donk para calon gubernur… Emang bisa? Kalian kan tahu jakarta tuh ga punya banyak duit buat pembangunan daerahnya, pendapatan asli daerahnya aja kecil. Jauh di bawah Riau, Aceh, Kaltim, Jambi, Gorontalo, dll. Dengan pendapatan yang kecil kalian bisa apa? Mau merogoh uang sendiri? Banyakan juga pada merogoh duit rakyat. He3x.. Sebagai seorang pedagang, aku ingin mengembangkan budaya jujur. Kalo menjanjikan sesuatu tuh harus ditepati.. Bukan berarti kita ga bole menjanjikan hal2 yang besar dan banyak. Hanya saja kita harus mengerti sampai dimana kapasitas dan kapabilitas kita. Apabila kita tidak bisa mewujudkan, jangan berikan janji2 yang membuat orang lain kecewa. Aku pikir pengembangan mental, ilmu, akhlak, dan perilaku jauh lebih layak dijanjikan oleh para gubernur. Selain emang itu yang saat ini dibutuhkan bangsa Jakarta (dan bangsa Indonesia), pengembangan mental, ilmu, akhlak, dan perilaku relatif tidak membutuhkan biaya yang besar. Bukankah menjanjikan hal yang sederhana tetapi bisa kita tepati jauh lebih baik dibanding menjanjikan hal yang luar biasa tetapi tidak akan pernah bisa ditepati?

Semoga Pilkada DKI kali ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan masing2 pihak serta menjadikan DKI jauh lebih indah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: