h1

Saham?? Reksadana?? atau Real Estate?

August 1, 2007

Ini pertanyaan yang lazimnya ditanyakan oleh orang-orang yang udah kebanyakan duit dan bingung duitnya mau dikemanain. Artinya, pilihan sesuai dengan tipe orang-orang yang udah ngasilin duit secaraa massive tapi bingung mau dikemanain. Aku mau sedikit ngupas tentang masalah ini. Kalo ditinjau secara detail, saham dan reksadana tuh hampir serupa. Reksadana adalah paket investasi dalam bentuk saham perusahaan asing yang disusun oleh manajer investasi untuk kebutuhan masyarakat yang ingin mencoba berinvestasi di pasar modal tetapi belum mempunyai pengetahuan tentang dunia pasar modal. Sehingga dengan kata lain, reksadana adalah saham yang dipaketkan pembeliannya. Masing-masing pilihan mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut :

1. Saham merupakan pilihan yang paling lazim diambil oleh masyarakat Indonesia. Saham yang dimaksud disini bukan sebatas saham yang diperdagangkan di bursa efek, melainkan juga mencakup saham-saham di UKM atau perusahaan kecil. Pada umumnya ketika masyarakat telah mempunyai harta yang berlebih, mereka cenderung untuk membuat sebuah bisnis pribadi dimana ia tidak menjadi pelaku utamanya. Mereka hanya memberikan modal dan meminta persen keuntungan dari pelaksanaan usaha itu. Keuntungan saham adalah saham cenderung menghasilkan capital gain yang sangat besar, selain itu saham merupakan pilihan yang paling fleksibel karena tidak harus mengeluarkan uang yang terlalu banyak. Kerugiannya saham merupakan pilihan yang cenderung penuh resiko. Selain itu apabila mengalami kerugian, ada kecenderungan bahwa pemilik saham tidak mendapatkan sepeserpun modal yang dimilikinya. Seseorang yang ingin menanamkan uangnya dalam bentuk saham minimal harus menguasai trend pasar dan kecenderungan yang akan terjadi.

2. Reksadana adalah saham yang beresiko kecil. Hal ini disebabkan oleh andilnya manajer investasi yang memperkirakan berapa pengembalian yang akan diperoleh seseorang seandainya berinvestasi kepadanya. Keuntungannya, reksadana cenderung mudah dan aman. Telah ada manajer investasi yang melakukan perhitungan apabila seseorang ingin berinvestasi dalam paket reksadana. Kerugiannya, uang yang akan diperoleh melalui reksadana tidak akan begitu besar. Hal ini dikarenakan investasi yang dilakukan hanya terbatas pada saham-saham tertentu dan harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh penyedia layanan reksadana.

3. Real Estate. Berbeda dengan 2 investasi diatas yang cenderung di bidang saham, rela estate adalah bentuk investasi di bidang properti. Keuntungannya, bentuk investasi ini sangat likuid alias mudah diuangkan. Selain itu harganya tidak pernah turun, bahkan cenderung naik. Uang yang diperoleh berdasarkan penyewaan atau penjualan properti kita. Kerugiannya, investasi ini cenderung butuh biaya operasional yang rutin untuk merawat properti. Apabila tidak pandai mengatur cashflow properti, maka bisnis ini akan menghasilkan kerugian meskipun tidak dalam jumlah yang besar.

Dari 3 bentuk investasi ini, apabila kekayaan adalah tujuan utama, maka investasi dalam bentuk saham adalah yang terbaik. Hanya saja investor mesti menguasai ilmu tentang pasar dan rela meluangkan waktu dan tenaga untuk mengamati pasar. Apabila tujuan utama adalah kemudahan, maka pilihan terbaik adalah investasi dalam bentuk reksadana. Investor tidak butuh untuk berpikir dan menyisihkan waktunya dalam mengamati investasinya. Hanya saja potensi keuntungan yang bisa diraih tidak begitu besar.

Trus gunanya real estate apaan?

Real estate ditujukan bagi investor yang mencari resiko yang kecil, pendapatan yang stabil, modal yang kembali. Hanya saja real estate tidak mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar dalam waktu yang singkat. Investor juga harus meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengurusi real estate.

Manakah pilihan yang terbaik bagi investor?? Semuanya tergantung niat awal seorang investor ketika betinvestasi. Bukankah segala sesuatu itu tergantung pada niatnya??

3 comments

  1. Untuk Reksadana Saham, apakah keputusan membeli atau menjual hanya melulu wewenang dari fund manager nya ataukah bisa dari seorang investor


  2. kalo reksadana biasanya kita hanya dikasih opsi untuk berinvestasi dalam paket2 yang manajer investasi tawarkan. Tergantung paket yang anda ambil, logikanya sih bisa. Tapi setahuku, semua layanan investasi pada reksadana murni wewenang para manajer investasi. Hal ini dikarenakan apabila keputusan diserahkan kepada investor, berarti kerjaannya manajer investasi apa donk? Selain itu, apabila keputusan diambil oleh investor, apabila gagal maka reputasi reksadana juga akan menurun. Oleh karena itu, keputusan investasi pada umumnya diserahkan sepenuhnya pada manajer investasi. Kita hanya dapat memilih opsi. Tapi ga tahu denk kalo seandainya ada reksadana yang bisa memberi kebebasan buat investor. Kalo dah gitu mending langsung main saham aja ke sekuritas atau langsung ke BEJ. Ga perlu make manajer investasi.


  3. Artikel yang sangat menarik.

    Oh ya, saya juga mohon ijin untuk numpang memperkenalkan forum baru yang didedikasikan khusus membahas tentang reksadana di http://forumreksadana.com

    Semoga informasi ini dapat membantu perkembangan reksadana di tanah air.

    Terima kasih.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: