h1

Kapan Indonesia membuat film kolosal lagi??

July 6, 2007

Beberapa hari yang lalu aku nonton film kolosal dari Cina (lupa judulnya paan..) dan meskipun jalan ceritanya sedikit berbelit dan mengandung unsur kerumitan tetapi aku berhak mengancungkan jempol pada dunia perfilman Cina/hongkong. Mereka Keren Banget!! Mereka terus konsisten memproduksi film kolosal meskipun pasarnya tidak begitu prospektif. Untuk mendongkrak peminat filmnya, mereka sengaja menampilkan special effect, pemeran-pemeran yang ternama dan setting lokasi yang menarik. Yang sangat aku salutkan itu adalah kekonsistenan mereka untuk menampilkan pesan-pesan moril yang bersifat heroik kepada para penikmat film Cina/Hongkong. Sungguh berbeda dengan Indonesia yang selalu menjual film-film horror yang pada dasarnya laris di pasaran.

Film kolosal yang bersifat heroik yang keren yang terakhir kutahu adalah Fatahillah. Kuakui tuh film keren abis!! Meskipun peralatan syutingnya sederhana, bintang filmnya tidak begitu terkenal, namun pesan moril yang terkandung mengenai semangat heroik dari film tersebut sampai ke hati para penikmatnya. Seharusnya melalui film kolosal kita bisa menunjukkan sisi kepahlawanan bangsa Indonesia yang dulunya jaya dan sejahtera. Ada banyak pesan heroik yang bisa kita berikan. Selain itu, meskipun kita tidak memiliki teknologi special effect yang luar biasa kita bisa saja memulai film ini dengan teknologi special effect yang sederhana saja. Kupikir akan begitu luar biasa jika di Bioskop kita terpampang film-film tentang masa kerajaan hindhu-budha dan islam, atau masa2 penjajahan Belanda, dan Jepang. Pengen loh sesekali nonton film Indonesia kolosal yang berkualitas. Mungkin untuk judul, kalau di China/Hongkong “Kungfu Master, Crouching Tiger Hidden Dragon, atau Kungfu Hustle”, Indonesia bisa memproduksi film-film kolosal lokal yang bernuansa internasional seperti “The Promises” (perjuangan sumpah gajah mada menyatukan majapahit), “The Proklamator” (menggambarkan kisah kehisudupan Bung Karno), atau mungkin “Singosari’s Kingdom”. Kalo emang terkesan norak bisa aja disusun dalam bahasa Indonesia kaya’ “Satu Nusa Satu Bangsa”, “Wali Songo”, atau “Karena dulu kita jaya”.

Oia lupa, sebenarnya ada film Indonesia unik belakangan yang dulu hadir di Bioskop yaitu “Nagabonar jadi 2“. Film ini sekuel dari “Nagabonar“, dan cukup mendapatkan animo masyaraka. Sebenarnya hal ini sekaligus ngebuktiin bahwa bukan hanya genre horor yang bisa berkuasa di Indonesia tapi film seperti ini juga bisa. Buktinya film2 seperti ini justru lebih dikenang masyarakat karena mengandung kenagan yang mendalam bagi yang menonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: