h1

Apa sih alasan orang memilih pemimpin?? vers.2

November 14, 2007

Akhirnya, pemimpin yang terpilih kokesma oleh para formatur adalah si tuan P. Ternyata masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih memilih figur daripada kualitas. Hal ini semakin menguatkan data mengenai kriteria seseoran dalam memilih pemimpin. Berikut kuberitahukan hasil pengamatanku selama mengikuti ajang pemilihan hingga kini :

Figur vs Kualitas 0-0

  1. Pemilihan ketua OSIS SMP yang diikuti (sekitar) 4 calon ketua. Hanya 2 calon yang bersaing ketat menjadi ketua yaitu R.o dan R.i R.i lebih memiliki kualitas dibanding R.o yang mengandalkan figur. Skor 0-1. Hasil : kinerja sebagai ketua OSIS dari R.i ternyata tidak secemerlang kinerja otaknya. Meskipun begitu, ia berhasil menduduki peringkat 1 ketika menjadi ketua OSIS. Sepertinya ia lebih berkonsentrasi di pelajaran daripada mengurusi OSIS.
  2. Pemilihan ketua OSIS SMA yang diikuti 5 calon ketua. Salah satu orang yang bersaing menjadi ketua OSIS ketika diriku di bangku SMP, tuan R.o,  maju sebagai salah satu calon bersaing bersama tuan R.e. Kali ini tuan R.o menunjukkan bahwa ia lebih berkualitas dibanding tuan R.e. Tuan R.o terpilih sebagai ketua OSIS. skor 0-2. Hasil : tuan R.o menunjukkan bahwa ia memang layak terpilih sebagai ketua OSIS. terbukti banyak keberhasilan yang ia capai. salut buat tuan R.o.
  3. Final AFI (Akademi Fantasi Indosiar) 1. 3 finalis berjuang menjadi pemenang ajang ini, yaitu Feri, Kia, dan (lupa namanya euy).. Hampir semua penonton tahu bahwa Kia lebih berkualitas dari Feri. Hasilnya?? Feri yang ternyata mampu mengikat hati rakyat Indonesia untuk menjadikannya pemenang AFI. skor 1-2. Hasil : Sepertinya karirnya tidak berkembang??
  4. Final AFI 2. 3 finalis berjuang menjadi pemenang, Tia, Haikal, dan Miki. Sulit untuk menentukan siapa yang lebih berkualitas. Secara power, Tia memiliki keunggulan dibanding lawannya. Secara orisinalitas warna suara dan gaya, Haikal lebih unggul. Tetapi secara teknik vokal, Miki yang terbaik. Komentar dari dewan juri memang menjurus bahwa Tia yang terbaik dibanding semua. Dan pemenangnya adalah Tia. Skor 1-3. Hasil : Tia beberapa kali muncul dalam show musikal.
  5. Final Indonesian Idol 1. Pertarungan antara Delon dan Joy. Penikmat Indonesian Idol pasti mengerti perbedaan kualitas keduanya. Pemenangnya tentu saja yang lebih berkualitas (Joy). skor 1-4. Hasil : Ko’ malah Delon yang masih eksis??
  6. Final Indonesian Idol 2. Pertarungan antara Mike dan Judika. Sumpah!! Jauh Judika lebih unggul!! Tapi ko’ Mike yang menang?? skor 2-4. Hasil : Mike? Kemana aja lo??
  7. Pemilihan presiden R.I fase 1. Harus diakui bahwa SBY bukan yang paling berkualitas diantara 5 calon yang lain. Akhirnya figur presiden yang gaul ketika berkampanye lah yang dipilih rakyat. skor 3-4. Hasil : Penduduk Indonesia pasti udah ngerasain seperti apa kinerja kepemimpinan SBY.
  8. Pemilihan ketua KM ITB 2006-2007. Ada 5 orang yang bersaing untuk dipilih. Dan pemenangnya adalah tuan D dengan karisma yang dimilikinya. skor 4-4. Hasil : Karisma saja tidak cukup untuk memimpin kampus terbaik di Indonesia.Dibutuhkan kemampuan intelektual yang baik, intuisi, kecerdikan, dan mental yang tangguh. Ketika lap.pertanggungjawaban hanya 20% programnya yang dinyatakan berhasil.
  9. Pemilihan Indonesian Idol 2. Jelas sekali Ihsan tidak layak menang!! Dirly jauh lebih memiliki kemampuan yang lebih baik. Dirly unggul sangat jauh sekali!! tapi ko’ Ihsan yang menang?? skor 5-4. Hasil : seperti yang kita bisa lihat di infontainment saat ini.
  10. Pemilihan presiden BG periode 2006-2007. 5 Calon bersaing menjadi pemimpin BG. Hasilnya?? Yang pemenang memang yang terbaik diantara mereka. Ia memiliki visi yang jelas, fokus yang kuat, dan integritas yang terjamin. skor 5-5. Hasil : Ia berhasil membawa BG meraup keuntungan hampir 20 juta selama periode ia memimpin.
  11. Pemilihan ketua KOKESMA 2006-2007. Aku menjamin bahwa orang yang terpilih ini sangat tidak layak sekali untuk menjadi ketua!! Ia murni merupakan orang yang menurutku hanya mengandalkan figurnya saja. Tidak terlihat otak cemerlang yang cerdik dan licik dari seorang pemimpin. skor: 6-5. Hasil :Omzet KOKESMA turun, salah satu event tahunan yang biasa diadakan KOKESMA gagal terlaksana.
  12. Pemilihan Presiden BG 2007-2008. Aku mengikutsertakan diri pada pemilihan ini. Ada 5 calon yang bersaing menjadi presiden yaitu An, Ag, Aku, D, T. An memiliki trek rekor yang cemerlang selama menjadi pengurus BG hanya saja ia kurang kreatif dan bermasalah dalam hal komunikasi (kesulitan menyampaikan pendapat yang dimengerti audiens). Ag sangat pintar secara akademis, sosok yang ramah bersahabat dan agamis, hanya saja ia sulit menolak amanah, kurang komitmen, dan kurang kreatif, serta sangat jarang memberi solusi yang tepat guna. D adalah seorang yang sangat analitis dan kritis, ia memiliki trek akademis yang luar biasa, dan fokus pada tujuannya. Sayangnya ia terlalu sering mengeluh, dan terlalu berhati-hati, serta tidak kreatif.T adalah seorang pekerja keras, ia memiliki kemampuan untuk bisa merangkul semua orang, dan dicintai oleh rekan-rekannya. Sayangnya ia ‘lemot’, sulit memberikan respon yang menghormati orang lain, dan kurang kreatif. Sementara aku?? Aku seorang yang kreatif, hidup dengan berbagai ide, berani, banyak relasi, mampu mengerjakan banyak hal dalam waktu yang berbarengan dan semuanya selesai, kemudian memiliki sifat memaksa yang positif. Kelemahanku terletak pada kebanyakan orang tidak kurang suka dengan caraku yang dianggap ekstrim dan egois, suka mengkritik orang lain, dan bukan orang ‘baik’. Untuk Pemilihan ini, aku masih bersukur bahwa pemenangnya masih merupakan orang yang menurutku tidak salah (bukan berarti tepat) yaitu saudara An. Tetapi yang kusayangkan adalah kebanyakan orang memilih tuan Ag yang notabene tidak layak menjadi pemimpin BG bagiku. skor 7-5. Hasil : sejauh ini belum jelas apa hasilnya karena baru dilantik.
  13. Pemilihan Ketua KM ITB 2007-2008. Kali ini persaingan antara si berkualitas dengan si figur kembali berlangsung. Namun kali ini pemenang adalah si berkualitas. Sejauh ini banyak perubahan dan perbaikan yang berhasil dilakukannya. Aku tidak tahu bagaimana kelanjutan kepengurusanny, tapi aku percaya bahwa ia pasti bisa memberikan hasil yang terbaik. skor 7-6. Hasil : belum layak dinilai.
  14. Pemilihan ketua KOKESMA ITB 2007-2008. Seperti yang kujelaskan diatas. Skor 8-6. Hasil : Belum layak dinilai.

Bagaimana? Jelas sekali bahwa semakin orang memilih tidak lagi berdasarkan kualitasnya, melainkan lebih kepada figur siapa orang tersebut. Bagaimana yah Indonesia pada masa depan nanti?

Wajar saja kalo hingga kini banyak sekali pengikut aliran-aliran sesat. Mereka hanya melihat figur pemimpin yang berkualitas saja sih.. Tidak melihat kualitas figur tersebut.. Mungkin benar kata cendekiawan, bahwa bangsa ini telah kehilangan sosok untuk diteladani. Bahkan mungkin hanya segelintir orang yang masih meneladani sosok tertentu seperti Nabi Muhammad S.A.W, atau tokoh-tokoh lainnya. Budaya seperti ‘tunjukkin diri lo’ sepertinya telah disalahartikan oleh masyarakat.

h1

The power of Community in Business, Real or Unreal??

November 10, 2007

Aku baru saja membaca majalah SWA dengan topik utama mengenai Community Marketing. Sebuah ulasan yang unik dan menarik mengenai perkembangan pemasaran sebuah produk usaha dengan memanfaatkan sebuah komunitas. Bentuk nyata dari perkembangan ini adalah Nokia Communicator Community (CC), komunitas pencinta Harley Davidson, kemudian Komunitas Honda Vario, dll. Memang, dalam sebuah aturan perdagangan, produk pasti mengedalikan dengan konsumen karena produk memang diciptakan untuk konsumen. Namun, kini perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat konsumen sendiri yang kini menentukan produk apa yang mereka inginkan. Hal ini mendorong mereka untuk melakukan pengembangan terhadap produk yang telah ada bersama orang-orang yang memiliki visi sejenis. Sehingga akhirnya terbentuk suatu komunitas. Komunitas ini nantinya akan membuat pembuat prodduk mengetahui seperti apa kelemahan dari produk, sisi apa yang layak dikembangkan dari produk, dan tentunya pembeli setia dari produk.

Meskipun begitu, trend kehidupan yang semakin tidak menentu juga membuat seseorang cenderung untuk berkelompok. Jika dahulu seseorang mencari gengsi dengan menggunakan produk mahal, impor, atau eksklusif, kini hal tersebut sulit sekali untuk dilakukan. Hal ini disebabkan meningkatnya taraf kesejahteraan, dan pendidikan masyarakat Indonesia serta berkembangnya teknologi. Untuk mencari pelarian dari sebuah status bernama gengsi tersebut, masyarakat kini cenderung untuk membentuk sebuah komunitas yang berguna untuk sharing bersama orang-orang yang memiliki minat yang sama. Dengan bergabung pada komunitas tersebut, orang-orang tertentu akan merasakan meningkatnya derajat gengsi mereka di mata masyarakat. Trend sosial kini telah berubah, jika dahulu kekayaan lebih dipandang sebagai sebuah derajat, kini status lebih diutamakan sebagai sebuah derajat. Orang yang miskin sekalipun akan lebih dipandang jika ia merupakan kenalan presiden, atau seorang yang mempunyai image yang luar biasa di mata masyarakat.

Nah, kembali ke hal Community Marketing, apa sih sebenarnya keuntungan dari pola marketing yang memanfaatkan kecenderungan masyarakat berkomunitas? Menurutku, pola marketing ini sangat bermanfaat bagi produk-produk yang menonjolkan sisi emosional terhadap pelanggannya. Perhatikan hape komunikator dari Nokia, begitu jelas bahwa hape tersebut memberikan sisi emosional kepada penggunanya. Melalui fitur-fitur yang terdapat di dalamnya, para eksekutif dan pebisnis akan merasa sangat terbantu sekali apabila biasa memanfaatkannya. Mungkin seorang pengguna komunikator akan merasa “sakau” apabila seharian meninggalkan komunikatornya. Ingin memanfaatkan pemasaran menggunakan komunitas?? Tonjolkanlah sisi emosional dari produk anda.

Selain berperan dalam pengembangan produk dan penjualan perusahaan, komunitas juga berperan untuk meningkatkan brand image di mata masyarakat. Apalagi bila komunitas tersebut memiliki reputasi yang mentereng di mata masyarakat. Apabila brand image meningkat, maka produk tersebut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami peningkatan volume penjualan. Tentunya ini berimbas pada volume penjualan perusahaan. Sayangnya, hal ini tak begitu diperhatikan oleh pelaku bisnis. Banyak yang berkata, dampak komunitas tidak begitu dirasakan oleh sebuah produk. Bahkan ada yang beranggapan komunitas bahkan cenderung menurunkan nilai sebuah perusahaan karena tingginya kemungkinan untuk melakukan tindakan yang mencoreng reputasi perusahaan. Yah.. Komunitas itu seperti kekasih, apabila kita menyayangi dan mencintai mereka, dan mereka menyadari itu, maka mereka akan memberikan hal yang serupa terhadap kita. Imbasnya peningkatan volume penjualan. Masalahnya, kebanyakan kita tidak menyayangi kekasih kita, atau kekasih kita tidak mengetahui bahwa kita mencintai dirinya, akhirnya mereka malah melakukan tindakan yang menyakiti hati kita. Seperti itulah komunitas..

Nah, apakah sebuah komunitas dirasa nyata pada dunia bisnis? Jawabnya tentu saja iya. Tetapi apakah manfaat komunitas tersebut dirasa nyata pada dunia bisnis? Masing-masing pelaku bisnis pasti punya jawaban yang berbeda-beda..

h1

Apa sih alasan orang memilih pemimpin??

November 7, 2007

Hari ini, aku bercakap bersama rekan bisnisku mengenai alasan seseorang memilih pemimpin. Kami membahas mengenai figur orang yang layak untuk memimpin sebuah badan dimana uang sekitar 30 Miliar rupiah setiap tahunnya berputar disana. Badan ini bernama KOKESMA ITB (Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB), yang kini sedang mengalami pergantian kepengurusan.

Kami berdua sepakat bahwa pemimpin sebelumnya bukanlah orang yang semestinya layak memimpin organisasi seperti ini. Kami berdua menyadari bahwa pemimpin KOKESMA yang terdahulu memang jago dalam memotivasi, pandai dalam mengumbar semangat kekeluargaan, serta memiliki kepribadian yang patut diteladani. Tetapi ia tidak memiliki sesuatu yang mutlak dibutuhkan seorang pemimpin berkualitas, Intuisi. Intuisi menurutku adalah sebuah loncatan pemikiran yang dimiliki seorang pemimpin yang biasanya keluar di saat2 yang tidak diperkirakan. Intuisi ini terbukti ketika seorang pemimpin membuat keputusan yang terkesan tidak logis namun begitu logis di matanya. Pemimpin ini murni kurang memiliki intuisi yang tajam dalam mengambil keputusan.

Nah, sekarang kembali dalam pemilihan ketua KOKESMA periode sekarang. 2 orang yang dicalonkan ini (sebut saja tuan H dan tuan P). Tuan H memiliki prestasi akademik yang begitu cemerlang. Ia tidak pernah sekalipun mendapakan indeks prestasi di bawah 3,5. Bahkan semester sebelumnya ia mendapatkan IP 4! Bandingkan dengan Tuan P yang IP 3 saja sudah sulit sekali. Namun, tuan P memiliki kepribadian yang menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya. Tetapi tuan H? Jangankan kepribadian, yang benci sepertinya banyak sekali!! Tetapi dalam hal manajemen waktu Tuan H begitu brilian. Lihat saja trek rekor kesibukannya. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa (sangat aktif bahkan!), lalu di perkumpulan mahasiswa dari daerahnya, kemudian dia mengasisteni 2 buah praktikum di semester ini, dan terakhir tentu saja di KOKESMA ITB. Dan semuanya dikerjakan dengan sangat sempurna!! Sementara tuan P? Aku pernah mendengarnya berkeluh mengenai kesibukannya. Ia berkata, “gue pusing nih. Bayangin, minggu nih gue mesti ngurus sponsorship, tugas2 di KOKESMA, kuliah, belum lagi himpunan. Aarrgg.. pusing gue.” Terbayangkan gimana sulitnya ia mengatur diri?  Hanya saja tuan P selalu memegang jabatan penting di setiap kepanitiaan dan kepengurusan yang ia lalui, walaupun hasil kerjanya tidak sempurna. Sementara tuan H, temen-temennya saja sudah merasa jenuh apabila ia mulai mendominasi pembicaraan. Dan ia juga hanya memilih untuk menjabat di posisi-posisi yang menurutnya layak dijabatnya.

Sementara tuan H begitu perhitungan dengan uang, tuan P begitu bebas menyusun anggaran keuangannya sehingga terkadang sering mentraktir temen2nya. Kalau tuan H begitu tegas dan tangkas dalam memenangkan persaingan, sementara tuan P begitu bersahabat dan dicintai rekan-rekannya dalam mengerjakan sesuatu. Mereka berdua menurutku memiliki kapabilitas sebagai pemimpin.

Menurut pembaca, pemimpin seperti apakah yang sebaiknya dipilih?? Apakah seseorang yang memiliki otak yang brilian plus jiwa yang tegas sehingga bisa menyelesaikan masalah yang ada namun dibenci oleh rekan-rekannya seperti tuan H, atau seseorang yang biasa-biasa saja namun memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga disukai oleh teman2nya sehingga ia berpikir ingin memajukan organisasi ini meskipun pada trek rekordnya selalu ada cacat atas hasil yang dicapainya yang baru dirasakan di kemudian hari nanti??

Apa sih alasan sebenarnya seseorang dalam memilih pemimpin??

h1

Sepakbola, Bisnis, dan Kekuasaan

November 3, 2007

_41749848_frankfurt_becks.jpg

Sepertinya seluruh masyarakat di seluruh dunia telah mengenal sebuah olahraga menggunakan kulit bundar bernama sepakbola. Tidak bisa disangkal bahwa sepakbola telah menjadi hal yang wajib diketahui oleh masyarakat di seluruh dunia. Sepakbola yang mulai dimainkan secara terformat sejak periode awal abad 20, kini telah sebegitu populernya sehingga baik laki-laki atau perempuan menjadi penikmat olahraga ini.

Perkembangan sepakbola membuat banyak elemen di sekitarnya ikut berkembang. Mulai dari pemain. Pada awal masa periode permainan sepakbola, olahraga ini hanya dianggap sebagai sebuah hobi dan kesenangan belaka. Pada tahun 1930, kompetisi sepakbola antar negara di seluruh dunia yang pertama diadakan. Pada masa ini, sepakbola mulai dianggap sebagai sebuah olahraga yang memberikan manfaat bagi pemainnya, baik dalam hal kesehatan maupun presetise. Berbagai negara yang telah mengenal sepakbola muali berlomba untuk membangun tim sepakbola yang kuat. Setelah sepakbola di seluruh dunia berkembang dan meluas, dibentuklah badan sepakbola negara yang mengatur persepakbolaan di seluruh dunia. Dikarenakan meningkatnya nilai profesionalisme, pemain sepakbola yang berkualitas dari berbagai penjuru dunia menjadi bermunculan. Mulai dari Giuseppe Meazza, Pele, Just Fontaine, Franz Beckenbauer, Johan Cruijff, Mario Kempes, kemudian the one and only “Diego Armando Maradona”.

Peningkatan kualitas persepakbolaan ini membuat aturan sepakbola menjadi semakin baik dan masyarakat semakin mencintai sepakbola. Hingga pada puncaknya, dimulai dari periode 80-90an, Sepakbola dianggap menjadi salah kepercayaan bagi masyarakat Italia. Penduduk Italia menjadikan sepakbola sebagai hal yang ditaati nomer 2 setelah agama. Namun, kemajuan pesat dari dunia sepakbola tidak membuat sepakbola terlepas dari masalah-masalah. Mulai dari mafia wasit, kerusuhan antar suporter, judi sepakbola, rasisme, dan penggunaan doping oleh pemain sepakbola. Namun seiring berjalannya waktu, Sepakbola mampu membuat masalah-masalah tersebut menjadi terkendali. Masalah tersebut tidak pernah hilang, hanya saja menjadi bumbu penyedap bagi sepekbola.

Perkembangan yang pesat dari sepakbola membuat mata para taipan-taipan dunia untuk membangun kerajaan bisnis sepakbola. Dimulai dari pembelian pemain dunia seperti Denilson, Ronaldo, Zinedine Zidane, Gianluigi Buffon, dll dengan harga yang bisa menghidupi satu kampung membuat nilai dari sepakbola meningkat drastis. Dilanjutkan dengan pembelian klub-klub langganan juara macam Manchester United, Chelsea, Liverpool, dll oleh para miliuner-miliuner kelas kakap. Hingga puncak dari hegemoni bisnis yaitu seorang megastar sepakbola bernama ‘David Beckham’ yang menjadikan dirinya sebagai aset paling berharga bagi dunai sepakbola. Baik sisi permainannya, maupun sisi bisnis. Dari sisi permainan, pemain ini telah memberikan kontribusi bagi dunia. Mungkin banyak pemain yang mampu mengalahkan keakuratan tendangan bebasnya, dribblenya, passingnya, headingnya, ataupun segala kemampuan sepakbola yang dimilkinya. Meskipun begitu, ia tetap berjuang keras dan memberikan kontribusi terbaik yang bisa diberikannya. Hingga seorang pelatih sekelas Fabio Capello pernah berkata dengan redaksi “keputusan terbodoh yang saya ambil dalam periode kepelatihan saya adalah menyetujui melepas David Beckham dari Real Madrid.”, ia juga bilang “Saat ini Beckham telah kembali ke bentuk permainannya seperti saat muda dulu, jika ia telah mencapai fase ini maka takkan ada pemain yang bisa menghentikannya.” Kemudian, pelatih yang membesarkan namanya yaitu Alex Ferguson sempat berucap (kira2 redaksinya) “Saya menyesal dahulu menjual David Beckham dari Man.U, andai ia dulu tidak terlalu sibuk dengan dunia keartisannya, dia pasti akan menjadi legenda Man.U”. Seorang George Best juga menyayangkan kepergian David Beckham, “Man.U telah melakukan keputusan yang keliru. Setidaknya untuk 3 tahun ke depan, mereka akan kesulitan untuk unggul di saat-saat akhir melalui kesempatan tendangan bebas, atau corner kick.”

Sementara dari sisi bisnis, David Beckham adalah aset yang telah telah memutarkan uang lebih dari 1 triliun poundsterling atas segala komoditas bisnis yang menggunakan brandnya. Bukti sukses keberadaan dirinya dari sisi bisnis adalah, meningkatnya pemasukan tahunan dari klub yang pernah dibelanya. Hingga akhirnya ke dua klub tersebut menduduki posisi klub terkaya di dunia ketika ia membela klub tersebut, yaitu Manchester United, dan Real Madrid. Terbukti pendapatan masing-masing klub menurun drastis karena penjualan dirinya. Untuk Manchester United butuh waktu 2-3 tahun untuk kembali meningkatkan pemasukan kasnya.

Diangkatnya David Beckham sebagai ikon bisnis sepakbola, semakin menegaskan bahwa sepakbola semakin menancapkan kukunya di dunia perbisnisan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti orang terkaya di dunia berasal dari lingkungan bisnis persepakbolaan. Hanya saja selalu ada efek samping. Yang namanya bisnis, entah kenapa selalu saja beriringan dengan yang namanya kekuasaan. Dimulai dari pemanfaatan sepakbola sebagai ajang untuk mencari popularitas seperti yang pernah dilakukan mantan PM Italia Silvio Berlusconi, atau mafia wasit yang melibatkan Juventus atas tindakan yang dilakukan wakil presiden klub untuk membayar wasit dalam rangka mengatur hasil akhir pertandingan agar Juventus tetap berkuasa di singgasana tampuk kekuasaan tertinggi di dunia Sepakbola.

Kasus sejenis kini tengah menimpa lingkungan PSSI. Ketua Umum PSSI yang bernama Nurdin Halid hingga kini masih belum mau meninggalkan bangku tertinggi di PSSI, padahal ia terjerat banyak pelanggaran aturan yang membuatnya tidak layak lagi menduduki jabatan ketua umum PSSI. Bahkan Wakil Presiden R.I Jusuf Kalla sampai menyuruhnya untuk berhenti dari jabatan ketua umum, ia masih saja enggan. Entah apa alasan Nurdin, yang jelas ini telah menjadi salah satu efek dari kemajuan sepakbola. Sepakbola yang dulunya hanya sebuah permainan rakyat, kemudian berevolusi menjadi bisnis akankah berevolusi menjadi ajang mencari tampuk kekuasaan dan popularitas? Sepakbola telah merasakan dampak perubahan paradigma menjadi paradigma bisnis,
apakah revolusi sepakbola menjadi sebuah tampuk kekuasaan akan menjadikan sepakbola seperti sebuah negara?? Seperti apakah dampak yang ditimbulkannya?? Let’s wait n see..

h1

i’m back..

October 31, 2007

Wuihh..

Dah lama ga posting.. Setelah sekian lama aku menyendiri dan menjauh dari dunia blogging. Btw, belakangan Bandung hujan terus euy. Celanaku jadi gampang kotor dan harus sering ganti. Alhamdulillah gue nge-laundry, minimal ga perlu repot nyuci. Hihihi…

Saatnya menuangkan pikiran-pikiran terbaikku disini..

h1

i feel tired

September 30, 2007

Cape.. jenuh.. bete.. gw butuh waktu untuk menyingkir dari kehidupan.. Kapan waktu itu akan tiba??

h1

BUMN Masih Payah.. (1)

September 4, 2007

Sebenarnya aku tak layak mengatakan hal ini, tapi kenyataan yang terjadi ternyata seperti ini. Aku ga bisa diem aja dan nrimo. Kritik yang kuajukan ini berkaitan dengan masalah kinerja 2 BUMN yang paling sering berinteraksi denganku yaitu PLN dan Telkom.

PLN is the worse BUMN in Indonesia. Pelayanannya buruk, lamban mengatasi masalah, penuh dengan korupsi, banyak penjilat, dan birokrasinya terlalu ribet. Hal ini kualami sekitar 3 bulan yang lalu. Ketika aku berkunjung menuju kantor PLN untuk mengajukan permohonan tambah daya, pelayanan yang kudapatkan sangat buruk… Pegawainya sibuk dengan urusan masing-masing, mukanya cemberut, trus aku dioper ke sana sini lagi. Lalu pas lagi menuju ke ruangan tempat ku “dioper”, aku menemukan seorang pegawai PLN menjilat atasannya yang berbaju kantor dan bermobil mewah. “Apa-apaan ini?”, pikirku dalam hati. Selanjutnya ketika aku menanyakan tentang apakah aku bisa menambah daya, mereka mengatakan bisa. Tunggu saja kabarnya, paling telat 3 hari lagi. Kelanjutannya? Bullshit semua itu!! Jangankan bisa tambah daya, dihubungi saja tidak. Seminggu kemudian, aku langsung mandatangi pihak pln dan mengusut janji2 mereka. Mereka berkelit dengan seribu satu alasan. Alasan yang paling klasik adalah mereka berkata bahwa itu bukanlah wewenang mereka untuk menentukan apakah bisa menambah daya atau tidak, itu adalah wewenang teknisi PLN. Selanjutnya aku putus asa. Bebehari kemudian, rekanku menawarkan kepadaku tentang pengurusan penambahan daya tersebut. Dia menawarkan temannya untuk memasang jaringan itu, karena temannya adalah pegawai PLN. Kemudian, temannya menceritakan bahwa budaya di PLN memang seperti itu. Kalo tidak ada orang dalam, jangan harap bisa mendapat kemudahan akses pelayanan listrik. Lalu dia berkata, biasanya juga yang menambah daya di rumah-rumah adalah pegawai PLN tanpa menggunakan izin PLN. Katanya, PLN menganggap pemberian fasilitas listrik(apapun itu) yang dilakukan oleh pegawainya terhitung legal. Hal ini dikarenakan semua alasan yang diberikan PLN kepada pelanggan sebenarnya adalah pancingan agar pelanggan yang ingin menambah fasilitas listrik memberikan bayaran yang lebih dibanding yang lain. Pantas saja BUMN ga maju-maju, mentalnya brengsek…

h1

Joe Satriani the maestro, the master, and the virtuoso

September 1, 2007

Joe Satriani adalah seorang pahlawan gitar yang memperkenalkan genre yang kusebut dengan “cosmic melody”. Permainan gitarnya begitu menawan dan nada2 yang dipilihpun seringkali merupakan nada2 yang tidak lazim didengar oleh telinga masyarakat awam. Tetapi aku percaya, seseorang dari aliran manapun pasti setuju kalo kuucapkan bahwa permainan gitar dari virtuoso yang satu ini selalu mendatangkan warna baru yang enak dinikmati telinga. Walaupun nada2 yang biasa dimainkannya sering kali merupakan nada2 yang aneh, unik, dan langka.

Mungkin beberapa gitaris tahu dengan baik bagaimana latar belakang kehidupannya. Tetapi sebuah kabar menarik yang baru kuketahui bahwa ternyata Joe Satriani dulunya bergabung bersama band legendaris yaitu Deep Purple. Bahkan ia sempat ditawari untuk menjadi anggota band tersebut. Gitaris ini, kini sedang getol2nya untuk menghibur para penikmat gitar melalui tur2 yang dilalui bersama gitaris2 terbaik dunia yang bernama G3 yang diadakan setiap setahun (kalo ga salah). Untuk periode tahun ini, gitaris yang satu ini mengajak Paul Gilbert, dan Jhon Petrucci untuk bergabung bersama. Sebuah langkah berani yang dilakukan oleh Joe Satriani mengingat 2 gitaris ini merupakan shredder terbaik di dunia. Paul Gilbert yang ngetop dengan Alternate pickingnya dan John Petrucci dengan permainan gitar menggunakan nada2 progresif.

Joe Satriani memang adalah legenda hidup dunia gitar. Gaya permainan gitarnya untuk saat ini, boleh dibilang belum ada satupun yang bisa menyaingi . Walaupun tidak mengandalkan permainan gitar berdasar speed, tangga nada, dan sound effect, tetapi permainan gitarnya selalu dicintai oleh pemain musik dari aliran manapun. Salut buat “cosmic melody Joe Satriani…

h1

Terkadang, ketika kita merasa kita salah dan yang lain benar, ternyata kitalah yang benar

August 31, 2007

Hari ini, aku cukup merasa kaget. Hari ini, aku harus menghadapi kuis untuk kuliah rekayasa trafik. Kuis kali ini tidak begitu sulit (setidaknya begitu menurutku) dan aku bisa menjawab hanya dalam waktu 25 menit (dikarenakan telat hingga 30 menit). Ketika menjawab soal, aku merasa bahwa soal tersebut mudah sekali dan bisa dengan cepat diselesaikan. Tetapi, ketika aku bertanya kepada teman2ku tentang bagaimana menurut mereka tentang kuis ini, mereka menjawab bahwa soal kuis kali ini sangat sulit. Bagaimana mungkin? Apakah aku terlalu jenus? Atau jangan2 aku memang tidak belajar? Ternyata ketika pembahasan soal dilakukan, Pak Dosen berkata bahwa hampir seisi kelas banyak sekali yang salah. “Saya agak bingung. Tadi ada yang telat sampai 30 menit. Trus soal kayak gini bisa diselesain pas kalian semua dah pada selesai. Banyak yang bener lagi..Saya ga ngerti, apakah terlalu jenius mungkin ya??”, sindir dosen. Aku mengetahui bahwa sindiran tersebut mengarah kepadaku, karena tidak ada yang terlambat hingga 30 menit di kelas tersebut selain aku. Kemudian dia melakukan pembahasan soal. Ajaib!! Jawabanku bener semua!! Hanya saja, menurut si dosen, tidak menjelaskan secara lengkap darimana prosesku menemukan jawabanku secara lengkap. Jadinya, jawabanku tidak mendapat nilai yang maksimal.

Ini, sebuah kejadian yang cukup mengejutkan bagiku. Bagaimana mungkin aku yang biasanya salah dalam menjawab soal dari dosen, berpikir dengan kerangka berpikir yang sering bertentangan dengan rekan-rekanku ternyata kali ini benar. Artinya, jangan pernah takut untuk mempercayai apa yang benar menurut kita. Tetapi jangan menolak bahwa seandainya kita terbukti salah, kita harus mengakui kesalahan kita. Yups, that’s an interesting moment for me today. Semoga seterusnya jauh lebih baik…

h1

Operator baru seluler CDMA di Indonesia, apakah bisa mengikuti jejak operator CDMA yang lain?

August 30, 2007

Penduduk Jawa dan sekitarnya, bersiaplah untuk menikmati operator seluler baru di ranah teknologi CDMA. Sebentar lagi, sebuah operator seluler milik sinar mas group akan meluncurkan produk telekomunikasi CDMA terbaru bernama SMART. SMART adalah teknologi CDMA yang beroperasi di frekuensi 1900 MHz, berbeda dengan kebanyakan layanan CDMA saat ini. Mereka menawarkan layanan teknologi transfer data berkecepatan tinggi, dengan harga yang murah dan bersaing. Layanan transfer data ini menggunakan versi teknologi CDMA Evolution Data Optimized (EVDO) yang akan hadir selang dua bulan setelah peluncuran perdana.

CDMA EVDO merupakan evolusi dari teknologi CDMA 2000-1X yang dikembangkan oleh vendor jaringan asal Amerika Serikat, Qualcomm Inc. Salah satu kelebihan dari EVDO adalah kecepatan transfer data yang mencapai lebih dari 2,4 mega bit per detik (mbps). Kecepatan transfer data EVDO ini mencapai 37 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan transfer data GPRS yang mencapai 64 kilo bit per detik (kbps) dan 12 kali lebih cepat dibandingkan teknologi EDGE 200 kbps.

Hanya saja, bagi pelanggan CDMA kebanyakan, mungkin layanan ini belum bisa dimanfaatkan. Hal ini dikarenakan telepon seluler berbasis CDMA yang kebanyakan digunakan di Indonesia beroperasi pada region frekuensi 800 MHz. Walaupun begitu, sepertinya kehadiran SMART akan menambah nilai kompetisi di bisnis operator seluler berbasis CDMA. SMART akan diluncurkan di pulau jawa pada bulan september nanti dan bisa dinikmati di wilayah Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.