h1

Apa sih alasan orang memilih pemimpin??

November 7, 2007

Hari ini, aku bercakap bersama rekan bisnisku mengenai alasan seseorang memilih pemimpin. Kami membahas mengenai figur orang yang layak untuk memimpin sebuah badan dimana uang sekitar 30 Miliar rupiah setiap tahunnya berputar disana. Badan ini bernama KOKESMA ITB (Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB), yang kini sedang mengalami pergantian kepengurusan.

Kami berdua sepakat bahwa pemimpin sebelumnya bukanlah orang yang semestinya layak memimpin organisasi seperti ini. Kami berdua menyadari bahwa pemimpin KOKESMA yang terdahulu memang jago dalam memotivasi, pandai dalam mengumbar semangat kekeluargaan, serta memiliki kepribadian yang patut diteladani. Tetapi ia tidak memiliki sesuatu yang mutlak dibutuhkan seorang pemimpin berkualitas, Intuisi. Intuisi menurutku adalah sebuah loncatan pemikiran yang dimiliki seorang pemimpin yang biasanya keluar di saat2 yang tidak diperkirakan. Intuisi ini terbukti ketika seorang pemimpin membuat keputusan yang terkesan tidak logis namun begitu logis di matanya. Pemimpin ini murni kurang memiliki intuisi yang tajam dalam mengambil keputusan.

Nah, sekarang kembali dalam pemilihan ketua KOKESMA periode sekarang. 2 orang yang dicalonkan ini (sebut saja tuan H dan tuan P). Tuan H memiliki prestasi akademik yang begitu cemerlang. Ia tidak pernah sekalipun mendapakan indeks prestasi di bawah 3,5. Bahkan semester sebelumnya ia mendapatkan IP 4! Bandingkan dengan Tuan P yang IP 3 saja sudah sulit sekali. Namun, tuan P memiliki kepribadian yang menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya. Tetapi tuan H? Jangankan kepribadian, yang benci sepertinya banyak sekali!! Tetapi dalam hal manajemen waktu Tuan H begitu brilian. Lihat saja trek rekor kesibukannya. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa (sangat aktif bahkan!), lalu di perkumpulan mahasiswa dari daerahnya, kemudian dia mengasisteni 2 buah praktikum di semester ini, dan terakhir tentu saja di KOKESMA ITB. Dan semuanya dikerjakan dengan sangat sempurna!! Sementara tuan P? Aku pernah mendengarnya berkeluh mengenai kesibukannya. Ia berkata, “gue pusing nih. Bayangin, minggu nih gue mesti ngurus sponsorship, tugas2 di KOKESMA, kuliah, belum lagi himpunan. Aarrgg.. pusing gue.” Terbayangkan gimana sulitnya ia mengatur diri?  Hanya saja tuan P selalu memegang jabatan penting di setiap kepanitiaan dan kepengurusan yang ia lalui, walaupun hasil kerjanya tidak sempurna. Sementara tuan H, temen-temennya saja sudah merasa jenuh apabila ia mulai mendominasi pembicaraan. Dan ia juga hanya memilih untuk menjabat di posisi-posisi yang menurutnya layak dijabatnya.

Sementara tuan H begitu perhitungan dengan uang, tuan P begitu bebas menyusun anggaran keuangannya sehingga terkadang sering mentraktir temen2nya. Kalau tuan H begitu tegas dan tangkas dalam memenangkan persaingan, sementara tuan P begitu bersahabat dan dicintai rekan-rekannya dalam mengerjakan sesuatu. Mereka berdua menurutku memiliki kapabilitas sebagai pemimpin.

Menurut pembaca, pemimpin seperti apakah yang sebaiknya dipilih?? Apakah seseorang yang memiliki otak yang brilian plus jiwa yang tegas sehingga bisa menyelesaikan masalah yang ada namun dibenci oleh rekan-rekannya seperti tuan H, atau seseorang yang biasa-biasa saja namun memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga disukai oleh teman2nya sehingga ia berpikir ingin memajukan organisasi ini meskipun pada trek rekordnya selalu ada cacat atas hasil yang dicapainya yang baru dirasakan di kemudian hari nanti??

Apa sih alasan sebenarnya seseorang dalam memilih pemimpin??

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: