Beberapa waktu yang lalu aku ditanyakan mengenai hal ini oleh teman baikku… Kalau dia ngebaca blog ini semoga bisa jadi manfaat buat dia dan pembaca blog (nb : tips ini tidak teruji secara ilmiah, hanya teruji berdasar pengalaman).
1. Sampul mencerminkan isi. Di belahan dunia manapun, yang terlihat pertamalah yang biasanya menjadi dasar utama seseorang dalam menilai. Kalo mencari pacar hampir seluruh manusia selalu melihat penampilan sebagai yang utama untuk menilai seseorang. Begitu juga dengan buku. Buku2 yang bersifat “pengantar tidur” biasanya didesain simpel, bernuansa kotak2 (entah kenapa segala yang membosankan identik dengan imej kotak2), dan di sampul menggunakan jenis kertas tertentu. Buku-buku yang bernuansa kekanak-kanakan biasanya lebih menonjolkan gambar daripada judulnya.
2. Perhatikan penerbit dan penulis. Meskipun terkesan kuno tetapi terdapat sisi benar dari pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Biasanya buku karangan penulis ‘best seller’ dari penerbit terkenal memang lebih enak dibaca, kecuali kita memiliki selera membaca yang berbeda dari kebanyakan orang.
3. Buku lokal cenderung asal ditulis dan bertujuan untuk kebutuhan bisnis semata, kebanyakan buku impor lebih berkualitas daripada buku lokal. Ini adalah hal yang sangat nyata! Kebanyakan penulis lokal masih belum memiliki tata bahasa yang baik dan sesuai dengan mata pembaca. Banyak sekali tulisan penulis lokal memiliki arti yang “ambigu”, tidak bertujuan, dan melakukan pemborosan kata. Penulis impor biasanya mampu mengemas kata-katanya seolah mereka berbicara dengan pembaca.
4. Buku berkualitas tidak mencampurkan tulisan-tulisan buku lain. Maksudnya, buku berkualitas biasanya hanya mencantumkan buku/tulisan lain sebatas referensi untuk pembaca. Aku sangat sering menemukan buku-buku yang seisi tulisannya mencantumkan redaksi kalimat seperti berikut : “berdasarkan penjelasan ……” dan redaksi ini tidak hanya satu dua kali, tetapi berkali-berkali dalam satu sub judul. Biasanya hal ini dilakukan oleh para penulis lokal (bahkan beberapa penulis best seller lokal sering melakukan hal ini lo…!)
5. Belilah buku yang sesuai dengan pilihan anda. Memang terlihat klise, tetapi ini tetap menjadi prioritas utama kita dalam menentukan buku yang akan di beli. Alangkah lebih baik kalau sebelum membeli buku kita telah mengetahui review dari buku tersebut, apakah dari koran, majalah, internet, atau rekomendasi dari seseorang. Membeli buku yang sama sekali belum kita ketahui latar belakangnya terkadang akan membuat kita menyesali keputusan kita membeli buku tersebut. Meskipun, ada kepuasan tersendiri apabila kita membeli buku tanpa mengetahui isi sebenarnya dari buku tersebut.
Ini nih tips yang bisa kita manfaatkan.. Sebenarnya hal utama yang terkandung dari tips ini adalah gunakan intuisi dalam menentukan buku yang ingin dibeli. Tips ini hanyalah penjelasan yang telah di-metodekan dalam membeli suatu buku.

