h1

THE effect of launching

December 26, 2007

Launching suatu produk baru memang terkesan merepotkan, apalagi kalo seandainya launching itu tidak berhasil dan membuat bisnis menjadi mandeg serta melarat. Lalu apa sih gunanya launching?

Launching mestinya berguna untuk menimbulkan brand awareness ke target pasar sehingga menimbulkan top of mind dari produk itu. Menarik? Mungkin kita mesti berpikir ulang untuk tertarik terhadap launching dari suatu produk mengingat persentase keberhasilan dari launching suatu produk (berdasarkan survey konsultan bisnis asal amrik) hanyalah 5%. Lalu gimana agar launching dari suatu produk bisa berhasil dan mencapai apa yang dituju?

Sebenarnya kita mesti mendefinisikan terlebih dahulu apa sih launching itu? Launching adalah sebuah proses melempar suatu lini produk yang baru ke masyarakat melalui metode-metode dan tujuan-tujuan tertentu. Untuk lini produk yang baru dan inovatif, launching memiliki resiko yang besar (95% gagal) seperti yang dijelaskan di atas. Hal ini disebabkan rendahnya awareness dari pasar terhadap sebuah inovasi, added value yang belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat, dan budaya skeptis yang ada di masyarakat. Namun, untuk produk yang tidak inovatif, hanya hasil modifikasi memiliki peluang berhasil yang lebih besar.

Mati kita lakukan studi kasus. Sebagai contoh yang pertama, saya menggunakan segmen minuman isotonik sebagai contoh. Perhatikan upaya Pocari Sweat mengedukasi pasar Indonesia agar masyarakat Indonesia mengerti nilai lebih yang mereka tawarkan. Untuk mendapatkan untuk awareness dari masyarakat saja mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun dan baru merasakan manfaatnya kini. Bandingkan dengan Mizone 
yang hanya butuh waktu sekitar 3 tahun untuk bisa meraih perhatian pasar, dan mereka merasakan manfaatnya saat itu juga. Mengapa begitu ? Pertama, Pocari Sweat menawarkan lini produk yang benar-benar inovatif dan tidak dimengerti masyakat Indonesia kegunaannya. Sebenarnya Pocari Sweat juga bisa dikatakan berjudi mengingat peluang mereka untuk berhasil sangat kecil, apalagi tingkat kesadaran penduduk Indonesia akan kesehatan cukup rendah. Namun mereka terus bekerja keras untuk mampu mengedukasi pasar. Hasilnya? Kini mereka mampu menjadi raja di minuman isotonik. Bagaimana dengan mizone? Dalam waktu singkat mereka mampu meraih perhatian pasar dan kini membayangi Mizone di pasar minuman isotonik di Indonesia.

Untuk me-launching suatu produk memang dibutuhkan upaya yang tekun serta menyentuh keinginan pasar. Effect dari launching ini akan mendatangkan awareness pasar terhadap produk kita. Launching yang tidak menyentuh keinginan pasar? Yah, lakukan evaluasi segera. Kalo ngga’ siap-siap aja buat merugi.

Launching yang dimaksud tidak hanya sebatas upaya ceremonial di awal peluncuran produk. Alangkah lebih baik jika launching dilakukan secara komprehensif (menyeluruh lini publikasi sehingga bandingan kebutuhan yang dibutuhkan terdeteksi). Tetapi permasalahan anggaran umumnya membuat perusahaan harus memilih, sisi apa yang digunakan pada launching. Untuk memudahkan mengetahui celah-celah dalam menentukan metode launching, gunakan marketing mix(price, product, position, promotion) agar bisa meng-efisiensikan launching. Sebagai contoh, apakah layak melakukan launching produk toiletris di pasar tradisional jika produk yang toiletris itu berharga selangit?

Untuk metode launching non ceremonial, perusahaan bisa melakukan promo demo produk, menjadi sponsor sebuah event, atau menjadi peserta pameran, bisa juga aktif meng-kampanyekan produk di media-media, atau mungkin ada metode launching yang lebih efektif?

Oleh karena itu, persiapkanlah launching produk anda dan rasakan efek dari launching…

WAOW…

h1

Pembajakan di Indonesia, Ga Usah Ditentang Lah…

December 17, 2007

Artis-artis dan musisi di Indonesia belakangan bersatu menentang pembajakan. Di balik penentangan terhadap pembajakan ini, justru terjadi beberapa fenomena yang membuat artis tertarik untuk membiarkan pembajakan seperti : GIGI, Ade Rai, dll. Band ‘ndeso’ yang berhasil menjadi fenomena industri musik (Kangen Band) pun terkenal melalui pembajakan albumnya sebelum laris di pasaran.

Aku setuju dengan langkah musisi yang membiarkan permasalahan pembajakan ini. Walaupun secara langsung itu merupakan hal yang benar untuk menentang pembajakan, tetapi secara tidak langsung itu adalah hal yang sangat berbahaya. Mari kita buktikan dan melakukan perhitungan.

Berapa jumlah pasar rakyat yang ada di kota-kota di Indonesia? 1? 2? ngga’, biasanya mencapai 4 bahkan lebih untuk kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dll. Asumsikan saja ada 5 pasar untuk setiap kota besar yang ada di Indonesia. Berapa sih jumlah pedagang toko CD Bajakan yang ada disitu? asumsikan sekitar 10 pedagang (mestinya lebih..). Kalo gitu ada sekitar 5 pasar x 10 pedagang x 200 (mestinya lebih lagi) kota yang ada di Indonesia. Berarti ada sekitar 10.000 tenaga kerja yang tersedia sebagai penjual CD Bajakan. Itu belum termasuk mereka yang berjualan di jalanan dan para pemasok CD bajakan tersebut. Artinya ada sekitar 100.000 lebih (sangat lebih dari itu!! Mungkin mencapai 1 juta) tenaga kerja yang bergumul dalam industri CD Bajakan. Kalo lo pade artis-artis ngerasa dirugikan ama ulah mereka, lo sendiri udah ngerugiin orang sebanyak itu!! Yakin lo bisa ngidupin mereka semua?? Lagian berapa duit lo pada dari jadi artis?? Ga seberapa kan?? Gedean uang produsernya daripada uang lo!! Trus sebenarnya pemasukan terbesar artis tuh bukan dari album, tapi dari show-show mereka!!

Nah, kalo dikalkulasiin jumlah total uang yang bergulir di dalamnya, anggap satu orang memutarkan uang sebanyak 1 juta per bulan untuk bisnis ini. Berarti ada uang sejumlah 100 M rupiah (Mestinya mencapai 1 T) dalam sebulan yang berputar dalam bisnis CD Bajakan!! Luar biasa!! Bisa ga lo artis-artis ngumpulin duit buat ngompensasiin ini?? Lagian, kalo dibiarin, mereka bisa menjadi para penjahat yang meresahkan masayarakat karena ga punya duit. Lagipula, pemerintah hingga saat ini belum mampu menyediakan tenaga kerja untuk mereka dan lebih mikirin nyari duit buat kemakmuran pemerintah.

Tolong deh, artis-artis pada berpikir dewasa. Kerja keras kalian dan tuntutan kalian akan hak kalian ga bakal ngebuat kalian sebegitu kaya, yang nambah kaya itu para produser kalian!! Sementara produser kalian itu udah kongkalingkong ama penyedia-penyedia uang dari luar negeri, investor, dan pihak-pihak lain. Tolonglah bersikap dewasa. Aku pun sebenarnya menentang pembajakan, namun dampak dari penghentian pembajakan ini akan membuat kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Aku setuju dengan pemikiran GIGI, dan Ade Rai. Lagian, masih ada ko’ kaum masyarakat tertentu yang masih mengutamakan kepuasan, orisinalitas, eksklusifitas dari suatu album (biasanya para orang kaya). Kalian juga salah sih, nyari pangsa pasar ke orang miskin. Mana mau mereka beli barang-barang mahal, walaupun keren. Para artis sebenarnya juga masih bisa nyari duit dari show, dan acara TV.

Biarpun gitu, sayang banget kalo uang yang sebanyak itu berputar di-siasiain. Usulku, ya udah pembajakan dilegalkan aja ama pemerintah. Tapi pembajakan yang dilegalkan itu mesti pembajakan yang berlisensi. Misalnya, bentuk aja perusahaan yang emang bergerak dalam hal perbanyakan karya-karya artis. Nah, mereka harus kerjasama ama perusahaan-perusahaan endorser artis. Kerjasama berisikan lisensi usaha mereka. Jadinya para produser masih bisa menikmati uang dari karya artis-artis (walau ga begitu gede), artis-artis masih dapet royalti, dan para penjual CD bajakan masih bisa menggantungkan kehidupan mereka dari CD bajakan. Selain itu, mestinya pemerintah jangan terlalu banyak minta pajak ini pajak itu.. Pas aku ngeliat distribusi pengeluaran uang dari penjualan albumnya artis, banyak banget pajak yang mesti dikeluarin! Pajak inilah, pajak itulah. Mestinya harga satu kaset yang 25,000 bisa dijual 12,000 dan untung lagi!! Yah, maruk banget sih pemerintah. Kalo volume pajak dikurangi, dunia usaha kan bisa berkembang dan banyak tenaga kerja yang tersedia. Yang untung kan pemerintah juga. Kalo gini, lama-lama distribusi industri musik bakal bergeser ke media internet. Ya iyalah, ga banyak pajak dan ga perlu ngebuat banyak jalur distribusi!! Walaupun gitu, tetep aja jalur distribusi via internet itu rawan pembajakan (malah lebih rawan via internet). Oleh karena itu, ya udah pemerintah legalin aja pembajakan karya-karya artis. Ga ada gunanya dilawan. Yang untung cuma pihak-pihak tertentu. Lihat tuh China, bajak mereka biarin, malah didukung. Akhirnya, China jadi maju karena mampu membajak, meniru, bahkan memodifikasi karya bangsa lain. Yang mestinya ditentang bukan pembajakan lagu-lagunya artis, tapi pembajakan budaya Indonesia!! Liat tuh, Malaysia, Jepang, ama Singapura udah makin rajin aja nge-bajak budaya kita. Mulai dari tempe, rendang, batik, dll. Dasar bangsa yang aneh, yang berbahaya dipuji-puji, yang menyenangkan dimaki-maki.. Edan edan…

Masih berani menentang pembajakan??

h1

Harga Minyak Mengkhawatirkan?? Tergantung..

December 15, 2007

Aduhh.. Harga minyak mentah bakal naik?? Mati awak…

Ini artinya akan ada penyesuaian harga bagi industri yang ada di seluruh dunia plus penyesuaian penyusunan anggaran oleh negara, apabila di negara berkembang dan miskin. Dampaknya mulai kerasa neh.. Harga saham mulai fluktuatif, pemerintah mulai kebingungan untuk memilih mensubsidi harga minyak atau membiarkan harga minyak naik mengikuti trend pasar.

Susahnya menjadi negara berkembang… Btw, sebenarnya ini momen yang baik bagi para pelaku saham. Isu mengenai naiknya harga saham membuat pelaku saham mampu membeli saham ketika harga turun, kemudian untuk di beberapa bidang industri tertentu, mereka bisa melakukan penjualan tepat ketika harga saham melambung tinggi. Sepertinya industri otomotif yang akan mengalami dampak paling signifikan dari kenaikan harga minyak. Volume penjualan menjadi turun dan tingkat kepercayaan pemegang saham juga ikutan menukik. Menurutku sudah bukan pilihan bijak lagi untuk meng-investasikan saham ke dalam pergolakan bisnis otomotif. Walaupun penetrasi pasar dalam penjualan mobil masih rendah, dan masih ada ruang bagi penjualan motor untuk melakukan penjualan, tetapi komoditas ini masih sangat bergantung pada harga BBM. Ketidakstabilan politik dunia akan membuat industri ini mudah terombang-ambing. Hingga nantinya ditemukan mobil dengan bahan bakar pengganti minyak dan ramah lingkungan yang komersil, bagiku industri otomotif telah mencapai titik jenuh.

Namun kenaikan harga minyak ini akan membuat para pemilik saham di perusahaan perminyakan semakin makmur. Hal ini terbukti dari meningkatnya nilai kekayaan para saudagar arab (para juragan minyak dari timur tengah) dan mereka mulai menjamah dunia pasar saham di amerika dan eropa. Kenaikan harga minyak lebih baik dimanfaatkan untuk membeli saham perusahaan makanan, hiburan, perbankan, atau apa yang menurut anda akan mengalami kenaikan trend harga saham lagi. Perusahaan makanan dan hiburan memang pasti merasakan dampak dari kenaikan harga saham, namun ketika perubahan ini berhasil disesuaikan ditambah dengan kestabilan perekonomian Indonesia, harga saham ini akan cenderung naik dan kembali ke nilai aslinya. Sementara untuk perbankan, sejauh ini belum ada issue yang akan mengguncang perekonomian Indonesia seperti yang terjadi di tahun 1998. Biarpun nantinya mereka akan terkena imbas dari kenaikan saham, tetapi justru mereka akan mendapatkan return yang lebih banyak setelah perekonomian kembali stabil. Hal ini dikarenakan semakin naik harga, semakin besar kemungkinan untuk melakukan peminjaman dari bank. Ditambah lagi, tak bisa dipungkiri bahwa secara infrastuktur dan teknologi yang telah maju, dunia perbankan kini sedang mengalami peningkatan kinerja.

Yah, semua analisisku ini hanya didasarkan pada pengetahuanku dan intuisiku, jangan terlalu dipercaya. Mungkin benar, tapi sepertinya salah. Hehehe… Inti pembicaraanku adalah, kenaikan harga minyak tak harus dicemaskan secara berlebihan bagi mereka yang bisa menangkap peluang. Dengan anugerah kemampuan  menangkap peluang yang dimilik, harusnya hal ini tidak terlalu didramatisir.

PS    :    Hati-hati dengan para ‘broker kampung’. Bisa-bisa mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk ‘menggoreng’ saham-saham tertentu!! Waspadalah! Analisis nilai kelayakan suatu saham sebelum anda melakukan pembelian

h1

Bagaimana Menilai Kelayakan Sebuah Bisnis??

December 8, 2007

Beberapa waktu yang lalu aku ditawari sebuah bisnis. Yeah.. you choose the right person, i think. Namun setelah melihat analisis yang ia ajukan mengenai bisnis yang ingin dijalankannya, aku menjadi berpikir kembali mengenai kelayakan bisnis ini.

Berikut hal yang harus diperhatikan untuk menilai kelayakan suatu bisnis :

  1. Bisnis tersebut harus menguntungkan. Yang namanya bisnis tuh harus untung, kalo ga untung artinya saja aja dengan bakti sosial. Jangan hanya melihat keuntungan bisnis dari proyeksi cashflow yang ditawarkan oleh si pelaku bisnis, perhatikan  3 faktor kualitas bisnis : uang, waktu, tenaga. Kombinasi kualitas bisnis seperti apa yang menurut anda menguntungkan? Apakah memberikan anda banyak uang? yang tidak menyita waktu? atau yang tidak melelahkan dan gampang dikerjakan? Tentunya ada faktor lain lagi yang harus diperhatikan dalam hal keuntungan ini. Untuk mengetahui seberapa menguntungkan suatu bisnis, analisislah proyeksi keuangan yang ditawarkan. Gunakan intuisi untuk menilai relevansinya.
  2. Perhatikan pasar yang didefinisikan bisnis tersebut. Apakah bisnis tersebut memiliki kemampuan untuk mengubah persepsi pasar? atau bisnis tersebut disediakan untuk menyediakan kebutuhan pasar? Apakah target pasar dari bisnis merupakan pengguna yang loyal (tidak ragu membelanjakan uang untuk menggunakan produk bisnis)? Berapa besar potensi pasar yang dimiliki?
  3. Nilailah strategi pemasaran yang dilakukan pelaku bisnis. Apakah memenuhi apa yang diperlukan untuk mendapatkan pasar yang dimaksud? Sebagai contoh : a. Untuk pasar kalangan low, komunikasi pemasaran yang bersifat to the point cenderung memiliki kemungkinan untuk berhasil. b. Pasar kalangan medium sangat sensitif terhadap komunikasi pemasaran yang dilakukan. Mereka adalah pasar dengan volume terbesar namun dengan tingkat kesulitan penaklukan yang paling tinggi. Pada umumnya mereka menilai faktor kualitas dan harga. Gunakan pemasaran yang berkelas namun tidak terlalu berlebihan untuk mendapatkan perhatian dari pasar ini. c. untuk Pasar kalangan high, lakukan komunikasi pemasaran yang mengandalkan eksklusifitas dan kualitas. Mereka adalah tipe pasar yang tidak neko-neko dalam hal kualitas. Berapapun uang yang dibutuhkan akan mereka keluarkan asalkan kualitas dan layanannya sebanding.
  4. Tidak ada bisnis yang sukses dalam waktu singkat. Untuk bisnis yang bersifat ritel, 3 bulan adalah waktu ideal untuk mendapatkan perhatian pasar. Curigai bisnis yang yang memiliki rancangan pemasukan yang ideal. Di awal masa pelaksanaan usaha, pemasukan yang didapatkan tidak mungkin sebanding dengan pendapatan ideal usaha tersebut. Periksa proyeksi keuangan untuk mengetahui hal ini.
  5. Nilailah orang yang akan menjalankan usaha. Apabila ia benar-benar memiliki kualitas untuk menjalankan bisnis, ia pasti memiliki antusiasme yang besar terhadap bisnis. Namun antusiasme yang berlebihan menandakan orang tersebut terlalu bernafsu untuk menjalankan bisnis (mungkin ada sesuatu selain keuntungan dalam bentuk uang yang dicari). Pelajari track recordnya, berikan pertanyaan yang bersifat fundamental dan teknikan, lakukan kontak mata, dan perhatikan intonasi suara si pelaku usaha. Gunakan intuisi anda untuk menilai apakah orang yang menjalankan bisnis ini adalah orang yang tepat atau tidak.
  6. Dan faktor lainnya yang berlaku untuk bisnis dengan tipe tertentu atau bisa anda tambahkan sendiri nantinya…

6 hal diatas bukanlah sebuah kemutlakan, semuanya tergantung apa yang dcari dari bisnis tersebut. Kalau yang dicari adalah pembelajaran, lakukan saja bisnis apapun itu asalkan halal. Tapi kalau yang dicari adalah pengembalian dalam bentuk uang, lakukan analisis yang mendetail minimal seperti yang kukemukakan di atas.

h1

Teman, maaf kalo tulisanku terkesan ekstrim dan memaksa..

December 2, 2007

Beberapa waktu ini banyak sekali comment mengenai tulisanku (baik di blog ataupun di forum” dan milis mengenai tulisan yang kubuat). Kebanyakan berisikan tentang kritikan, ketidaksetujuan, atau hal-hal sejenisnya..

Yah, aku mohon maaf. Sepertinya saya harus memberikan penjelasan kepada rekan-rekan mengenai aku. Aku adalah seorang yang haus akan penelusuran intelektual. Biasanya apa yang kuyakini benar akan kukemukakan walaupun ada hal terpahit yang akan dirasakan oleh orang yang mendengarkan. Selain itu dalam menulis dan berkomunikasi aku berpikir bahwa pemikiran yang ada di diriku wajib dipublikasikan seutuhnya dengan dasar pikiran yang ada di otakku. Oleh karena itu, aku acapkali dikritik dan ditentang oleh orang-orang yang membaca tulisanku. Aku memang orang yang cenderung lebih suka berperilaku dan berpemikiran ekstrim. Menurutku, dalam hidup kita ga boleh setengah-setengah. Kalo setengah-setengah, kita akan kehilangan identitas.  dan bukanlah apa-apa serta siapa-siapa di dunia ini. Aku sering disebut keras kepala, egois, tidak berpikir sesuai keadaan, dan terkadang dituduh membawa-bawa misi pribadi. Yah, hal seperti ini udah biasa kurasakan. Atas dasar kondisi di atas, ada beberapa hal yang aku harus kuungkapkan.

  1. Pada blog ini, aku tidak menulis berdasarkan unsur misi pribadi. Aku tidak akan mengkritik pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkannya. Aku menulis atas dasar apa yang kurasakan dan hal tersebut sepertinya harus ditulis agar bisa kuingat dan kuperbaiki. Sebagai contoh : Pada tulisanku mengenai “apa sih sebenarnya alasan seseorang dalam memilih pemimpin?”. Tidak ada niatanku untuk menjelek-jelekkan pihak manapun (walaupun banyak pihak yang dihina dari tulisanku, heheh… ^^). Aku hanya menyampaikan apa yang kurasakan dengan landasan berpikirku. Setidaknya aku mengkritik bukan tanpa alasan.
  2. Di setiap tulisanku pasti ada unsur subjektivitas. Yah, namanya juga blog. Suka-suka yang nulis donk… Klo ga suka yah jangan baca, susah amat… Walaupun subjektif, kupastikan tidak ada niatanku menambah unsur perasaan pribadi pada tulisanku. Seandainya ada sesuatu yang dilakukan orang lain yang menyakiti hatiku, yah kutuliskan apa adanya di blog ini. Aku ga pernah berniat melebih-lebihkan keburukannya atau mengurangi kebaikannya karena hal tersebut. ataupun sebaliknya.
  3. Redaksi kata-kataku memang masih kacau.  Ditulisanku akan ada redaksi kata yang mungkin sulit dimengerti atau tidak sesuai dengan etika kesopanan para pembaca. Yah, hal tersebut adalah lanjutan unsur subjektivitas yang kujelaskan di point 2. Namanya subjektif, pasti bahasa yang digunakan adalah bahasa yang menurutku enak dibaca. Ya kan?

Bagi pembaca yang ga setuju tulisanku, sampaikan saja. Aku sangat senang seandainya tulisanku ditanggapi. Setidaknya ada masukan buatku agar bisa menjadi lebih baik lagi. Aku tipe orang yang open mind  dan siap dikritik. Jadi ‘no hurt feeling’ disini.. okey??

h1

Kampanye aneh ala “Stop Global Warming”

November 30, 2007

Aku sadar bahaya akan global warming, dan dampaknya udah dirasain banget.. Berbagai kampanye telah dilakukan pemerintah dan aktivis lingkungan (terutama MTV tuh yang getol kampanye). Yakin ini akan berhasil??.. Aku ragu..

Perhatikan metode kampanye yang mereka lakukan. Terlalu bodoh menurutku!! Apalagi yang dilakukan MTV. Mereka hanya berkata “stop global warming”, “stop global warming”, tapi tindakan nyata untuk menghentikan global warming apa?? Kampanye yang dilakukan ini seolah sebuah slogan tanpa solusi.. Emang cukup dengan bilang “stop global warming” masalah global warming akan selesai?? Itu hanya menimbulkan slogan kosong yang digunakan sebagai simbol kepedulian. Ga ada gunanya!!

Mohon pemerintah dan aktivis lingkungan untuk melakukan kampanye berbentuk aksi nyata yang bisa dilakukan masayarakat untuk menanggulangi pemanasan global. Maap kalo lancang, hingga saat ini aku (dan aku yakin hampir seluruh umat manusia yang hidup di bumi) sama sekali tidak mengetahui metode apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global. Aku bingung mesti berbuat apa sementara dunia menjadi semakin panas (apalagi daerah tropis) dan resiko untuk menderita penyakit berkaitan dengan radiasi ultraviolet semakin meningkat.

Kalo begini, bisa” penjualan pakaian yang sopan akan semakin menurun dan penjualan pakaian” yang bernuansa minim akan semakin meningkat. Lama” manusia akan kembali ke jaman dimana mereka  sama sekali tidak menggunakan pakaian karena kepanasan. heheh..

h1

7 main weaknessess of Indonesian National Football Team

November 27, 2007

ina-team-celeb-001.jpgBecause of my blog reader request, i’ll rewrite my posting title “7 kelemahan utama timnas Indonesia” in english version. I hope you enjoy it..

5 monts ago, Indonesia was holding Asian Football Cup and showed a high class football quality. It makes Indonesia peoples proud about their national team’s. But now, it becoming very worst.. What’s wrong with Indonesia National team’s?

There’s 7 Indonesian Football team Weaknesses :

  1. Indonesian player has a very bad football basic skills. To prove it, watch a passing, shooting, and positioning Indonesian Player. Compare it with European, Latino, or maybe Japan and South Korean. I believe you will agree with me.
  2. There is no an opportunist striker with a high sense of creating goal’s. Actually, Indonesia has Bambang Pamungkas as a good striker. But, he’s not an opportunist striker like Ruud Van Nistelrooy, or Samuel Eto’o. He was more capable to play in 2 striker mode than 3 striker with 2 wings.
  3. League Quality was running too far than national team quality. Look at England National teams. Their league improved becoming the best league in the world. What is an effect? foreign player was booming, so the local player must be compete them. Finally, the local same quality player will be the other choice because business and popularity reason. It makes, local player chose to play in lower team and they can’t improve their skills nor lacks of international match event. It was happened in Indonesia Leagues too. Now, Indonesian leagues was becoming one of the best league in south east asia. It makes the same condition with england premier league. Club will get the foreign player with same quality (maybe better) with a lower price. Good player won’t improved and choose to play in lower club level. It think the solution is naturalization and send Indonesia player to foreign leagues (in more competitive leagues like european league or Japan/South korean league). Naturalization can improved national team quality, and foreign leagues can makes local player feel a good atmosphere competition and becoming a good player.
  4. The worst management of PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).
  5. The worst regeneration of Indonesian football team. To analyze this reason, i have some fact. first, the frequency of football field in village was more than city. second, the air quality in village is more freshness than in city. From this fact, we can conclude that villagers has more probability to be a good football player than citizen. But why PSSI always try to seach a great player from city, not like the other sport?
  6. Indonesian player was playing with their body (physical contact), there’s not a genius player!! What is the carachteristic of genius player? They do a good decision, they can read the playing plot, and they combine logic and intuitive.  Paolo Maldini, Zinedine Zidane, David Beckham, Juan Roman Riquelme, Kaka, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Franc Ribery, Miroslav Klose, Shunsuke Nakamura, Younes Mahmoud, Franz Beckenbauer, Michel Platini, Johan Cruijff is a genius player. In indonesia, there is Widodo C.Putro, Fachri Husaini, or Bima Sakti who use their brain to play football. Now, this type of player was very rare..
  7. The worst of mentality.

What are you waiting for PSSI? Let’s make a changes!!

I’m sorry ’bout my bad english structure huehehe…

h1

Ternyata bangsa kita (tidak) payah..

November 24, 2007

Mengejutkan, membanggakan, dan menyenangkan. Kesan-kesan ini yang tersirat di benakku ketika mengetahui bahwa ternyata ada juga perusahaan dari Indonesia yang menjadi pemimpin pasar dunia bisnis. Kebenaran ini kudapat setelah membaca tabloid SWA edisi terbaru (22 Nov – 5 Des 2007).  PT.Hartindo mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin pasar bisnis gas pemadam kebakaran di dunia, Ada juga tepung agar-agar swallow globe yang ternyata peringkat 2 di dunia bisnis tepung agar-agar, lalu ceres (dengan produk andalan silverqueen, coklat delfi yang diakuisisi oleh mereka) yang menjadi peringkat 3 pasar dunia coklat olahan. Not bad, bahkan bisa dibilang mantep! Sekedar informasi, nilai ekspor dari ceres adalah US$599,8 juta (periode kuartal 3 tahun ini) , kemudian volume ekspor dari swallow globe menyentuh angka 220 ton di dunia pada tahun 2006. Ini sebuah pencapaian yang cool banget!!

Ternyata di tengah carut marutnya regulasi dunia usaha di Indonesia, dimana peraturan daerah dan peraturan pemerintah acapkali bertentangan, ternyata ada pengusaha yang mampu lepas dari jeratan lingkungan yang tidak kondusif kemudian menjadi penguasa pasar global.  Acungan jempol untuk mereka (walau ada kemungkinan beberapa perusahaan melakukannya dengan cara yang tidak semestinya).

Beberapa trik dan kelihaian dilakukan oleh para pelaku usaha yang sukses secara global ini untuk mencapai tujuan mereka. Ceres misalnya, mereka memindahkan pabrik mereka ke Singapura untuk mendapatkan brand image yang positif di mata dunia. Kemudian PT.Hartanto mematenkan temuan mereka yaitu pemadam kebakaran yang ramah lingkungan (tidak menggunakan gas halon yang tidak ramah lingkungan) ke kantor hak paten di Inggris, dan trik-trik menarik lainnya.

Aku yakin pembaca majalah SWA edisi ini yang benar-benar meneliti, memahami, dan menghayati isi dari artikel mengenai bahasan perusahaan Indonesia yang berhasil menjadi pemimpin pasar global, pasti akan tergugah semangatnya untuk membangun usaha yang mampu menjadi pemimpin pasar dunia global. Yah, mereka saja bisa. Masa’ kita nggak?

h1

7 Kelamahan Utama Timnas Indonesia

November 21, 2007

Belum lama berlalu piala asia dari ingatan para pencinta sepakbola Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah dan menampilkan permainan yang luar biasa, serta membuat rakyat Indonesia bangga menyatakan bahwa mereka memiliki sebuah timnas sepakbola Indonesia. Namun setelah berselang 5 bulan, permainan timnas Indonesia langsung berubah menjadi seperti ayam sayur. Mengecewakan… Ada apa dengan timnas Indonesia?

Berikut kelemahan utama timnas Indonesia yang harus segera diperbaiki :

  1. Pemain Indonesia memiliki teknik dasar yang sangat buruk. Untuk membuktikan statement ini, perhatikan pergerakan, passing, shooting, dan positioning pemain Indonesia. Bandingkan dengan pemain dari negara Eropa, Amerika Latin, atau mungkin Jepang dan Korea Selatan. Aku yakin statement ini benar.
  2. Tidak ada striker pemiliki naluri mencetak gol yang tinggi. Sebetulnya Indonesia mempunya Bambang Pamungkas sebagai pemain yang tajam. Namun Bambang bukanlah tipe striker yang oportunis. Dengan gaya permainannya, Bambang lebih pantas berduet dengan 1 striker lagi dibanding menjadi penyerang tunggal ditopang 2 sayap.
  3. Kualitas liga yang tidak sebanding dengan kemajuan timnas Indonesia. Aku yakin bahwa ini adalah faktor yang sangat berpengaruh. Perhatikan Inggris. Liga mereka memiliki kemajuan yang sangat pesat sehingga kualitas liga meningkat tajam. Apa konsekuensinya? Pemain asing membludak sehingga pemain lokal yang memiliki kualitas yang sebanding dipinggirkan dengan alasan kepentingan bisnis, dan reputasi. Hal ini membuat pemain lokal tidak berkembang, dampaknya pun dirasakan oleh Timnas mereka. Jumlah pemain lokal berkualitas yang berkurang membuat timnas kesulitan mencari anggota timnya. Saat ini liga Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, tapi hal ini membuat volume pemain asing membludak. Dengan kualitas yang lebih baik, harga yang relatif lebih murah untuk beberapa pemain, dan reputasi negara asal mereka yang bisa mendatangkan penonton tentu saja membuat pemain lokal sulit bersaing dengan mereka. Menurutku salah satu metode mengatasi permasalahan ini adalah menggunakan metode naturalisasi atau pembinaan pemain muda lokal di klub luar negeri. Naturalisasi akan menyeimbangkan kualitas sepakbola timnas Indonesia dengan kualitas Indonesia, sementara pembinaan pemain muda lokal di klub luar negeri akan menempa mereka untuk merasakan kerasnya atmosfer persepakbolaan di luar negeri yang tentunya juga akan meningkatkan kualitas timnas Indonesia.
  4. Organisasi tertinggi sepakbola yang manajemennya sungguh berantakan. Bagaimana mungkin pemain PSSI dibina oleh seorang yang memiliki dosa yang sangat banyak kepada banyak rakyat Indonesia? Yang namanya duit haram tetep aja haram walau ingin dicuci jadi duit baik. Sudah saatnya PSSI memprofesionalkan sepakbola Indonesia agar tidak harus selalu ditangani orang berduit yang hartanya belum tentu ‘bersih’.
  5. Sistem pembinaan pemain daerah yang sangat buruk. Pemain daerah adalah aset utama kemajuan sepakbola Indonesia. Mengapa begitu? Sekarang coba hitung berapa jumlah luas lahan sepakbola yang resmi maupun tidak resmi yang terdapat di kota-kota besar. Bandingkan dengan di daerah-daerah. Kemudian bandingkan iklim yang terdapat di kota dengan di daerah, selanjutnya bandingkan realitas sosial yang terdapat di kota dengan di daerah. Jauh berbeda bukan? Bukankah jelas sekali terlihat bahwa para penduduk daerah mempunyai potensi yang sangat besar untuk fokus di dunia sepakbola. Kenapa para penduduk di kota-kota besar yang dibina dengan serius? Bukankah udara di kota-kota besar itu kotor sehingga tidak baik untuk pembinaan sepakbola berlanjut? Selain itu, perhatikan kompetisi sepakbola Junior yang ada di Indonesia yang bisa dirasakan manfaatnya secara signifikan oleh masyarakat. Tidak ada kan? Piala Suratin atau Piala Medco hanya ditujukan untuk para klub yang telah eksis, kemudian kompetisi-kompetisi lainnya hanya diadakan untuk tujuan-tujuan oknum2 tertentu. Bagaimana bisa terjaring bakat2 berkualitas yang sesungguhnya di persepakbolaan Indonesia?
  6. Pemain tidak bermain menggunakan otak, hanya menggunakan badan. Apa ciri-ciri pemain yang bermain menggunakan otaknya? Mereka bermain dengan pertimbangan yang sangat matang. Mereka mampu menebak pergerakan rekannya atau lawannya. Mereka mampu membaca arah permainan. Keputusan yang dilakukan ketika bermain bola dilakukan atas gabungan unsur logis dan intuitif. Pemain sepakbola dengan spesifikasi ini adalah Paolo Maldini, Zinedine Zidane, David Beckham, Juan Roman Riquelme, Kaka, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Franc Ribery, Miroslav Klose, Shunsuke Nakamura, Younes Mahmoud, Franz Beckenbauer, Michel Platini, Johan Cruijff, dll. Apabila mengontrol bola, menjaga pemain, menendang, atau apapun itu, mereka selalu memikirkan cara terbaik untuk melakukan gerakan yang efisien, umpan yang matang dan terarah, tembakan yang keras dengan arah yang akurat dan membingungkan kiper ataupun bek lawan. Mereka tidak melakukan gocekan hanya untuk aksi tipu-menipu semata, ataupun bergaya di depan penonton. Mereka melakukan gocekan untuk melakukan tindakan yang harus mereka kerjakan di saat selanjutnya. Sayangnya, pemain Indonesia saat ini sangat jarang bermain menggunakan otaknya. Kalau dulu ada Fachri Husaini, Widodo C.Putro, Bima Sakti, atau Kurniawan yang biasa bermain seperti ini.
  7. Mental yang buruk. Yah, tidak perlu dijelaskan lagi kayaknya untuk yang ini. Kita udah terlalu lama dijajah dan malu mengakui kemampuan kita. Ketika bertemu dengan kaum yang terkesan lebih elit dibanding kita, pasti ada rasa minder yang menggelayuti. Lihat saja timnas Indonesia ketika menghadapi tim-tim arab, atau eropa, atau amerika latin, pasti umpannya banyak yang ga terarah, terus lebih sering bertahan dibanding menyerang, dan banyak kebobrokan lainnya. Tapi pas ketemu tim-tim dari afrika, atau rekan-rekan tetangga kita yang satu rumpun (Malaysia, Thailand, dll) kita pasti habis-habisan dan mati-matian tidak mau kalah.

Nunggu apalagi nih timnas? Ayo benahi kelemahan kalian!!

h1

Mana yang Mewakili Dirimu? Generalis atau Spesialis?

November 18, 2007

Business week edisi minggu pertama September 2007 mengupas hal yang menjadi trend baru dalam dunia bisnis dunia, yaitu pergeseran trend seorang pemimpin dari Generalis menjadi Spesialis. Business week menyebutkan bahwa pemimpin generalis kini sangat sulit ditemukan dan dunia bisnis saat ini lebih membutuhkan yang terbaik sebagai pilihannya. Terbukti bahwa saat ini perusahaan yang sukses dalam dunia usaha memiliki pemimpin yang berspesialis di bidang tertentu, apakah itu bidang teknis, bidang pemasaran, bidang financial, atau bidang pemberdayaan sumber daya manusianya.

Melalui artikel ini, logikaku terusik. Lalu bagaimana orang-orang yang bertipe generalis seperti diriku ini??

Untuk menyamakan persepsi, harus kujelaskan dahulu definisi generalis dan spesialis. Bagiku, generalis adalah orang memiliki kemampuan untuk menguasai pembelajaran secara menyeluruh. Beberapa Tokoh yang tergolong golongan generalis adalah Thomas Alfa Edison, Soekarno, Jack Welch, Hamka, Napoleon Bonaparte, Albert Einstein, dan Archimedes. Mereka memiliki kemampuan untuk berpikir tidak dalam dikotomi sebuah definisi. Pada umumnya mereka mampu menguasai segala bidang dengan cepat dan baik, bisa melihat kegunaan ilmu yang mereka pelajar, dan tidak merasakan barrier dari pembelajaran mereka disaat beberapa menganggap apa yang mereka lakukan tidak berguna. Kelemahannya, mereka pada umumnya orang-orang yang mudah sekali bosan, selalu bermain-main(dalam definisi mereka tentunya), dan cenderung otoriter(karena ia begitu mudah menguasai sesuatu, ia merasa yakin bahwa pendapatnyalah yang berasal dari intuisinyalah yang selalu benar. Apabila disuruh membuktikan kebenarannya ia yakin bahwa ia akan dengan mudah mendapatkan bukti kebenaran pendapatnya) . Mereka memiliki potensi yang sangat besar untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Profesi mereka pada umumnya adalah profesi yang membutuhkan kelihaian dan kecerdikan dalam mengatasi tekanan, seperti politikus, pengusaha, ilmuwan/analis, musisi, ahli pemasaran, presiden, artis, engineer, dan psikolog.

Selain  itu, terdapat juga golongan spesialis. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan belajar secara spesifik. Beberapa tokoh yang tergolong spesialis adalah David Beckham, Isaac Newton, Niels Bohr, Yngwie Malmsteen, Bill Gates, dll. Mereka mempunyai kemampuan untuk fokus dalam suatu bidang. Pada umumnya mereka adalah orang-orang yang kesulitan menguasai suatu bidang keilmuan. Mereka terkenal sulit untuk beradaptasi pada lingkungan sosialnya. Hanya saja ketika mereka berhasil menemukan bidang yang sesuai dengan keinginannya, mereka pasti bisa menjadi seseorang yang sangat ahli. Mereka memiliki kekuatan fokus yang sangat tinggi, dan hanya berbicara ketika topik pembicaraan yang mereka dengar sesuai dengan pemikirannya. Profesi yang pada umumnya sesuai dengan mereka adalah dokter (dokter spesialis), penemu/ilmuwan/peneliti, guru/dosen, akuntan, atlet, sekretaris, ahli bedah, koki, designer, dan photographer.

Nah, sekarang kenapa saat ini spesialis lebih dibutuhkan sebagai pemimpin. Penyebabnya adalah karena perubahan trend ekonomi saat ini yang terjadi di masyarakat. Yaitu bahwa kualitas suatu produk itu ditentukan dari spesialisasi brand tersebut. Ahli usaha di dunia berpendapat bahwa hal tersebut memberikan tuntutan pada perusahaan untuk fokus mengembangkan kelebihan perusahaan. Dalam hal ini, tentu saja CEO spesialis lebih dibutuhkan. Kekuatan mereka untuk fokus dalam melakukan pengembangan membuat produk menjadi terbaik untuk masyarakat. Namun apa benar generalis kurang sesuai lagi untuk memimpin perusahaan?

Seperti yang kukatakan pada bagian awal tadi, kecenderungan perusahaan untuk memilih CEO yang spesialis itu dilatarbelakangi berkurangnya jumlah CEO bertipe generalis. Hal ini sangat wajar sekali, karena kondisi saat ini membuat tipe generalis sulit berhasil. Perhatikan saja metode pendidikan saat ini, semuanya disusun secara spesifik. Ketika berada di jenjang SMA, kita dituntut lebih awal untuk memilih bidang apa yang ingin kita tekuni. Jenjang ini telah menjadi awal kemunduran kaum generalis. Mereka adalah orang-orang yang suka mengeksplorasi hal baru, sistem pendidikan seperti ini tentu akan membuat kaum generalis merasa tidak nyaman. Apabila mereka menyerah tentu mereka lebih memilih menjalankan bidang lainnya yang mereka sukai.

Begitu pula ketika masa kuliah. Pada awalnya kita sudah disuruh memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Hanya saja sistem ini kembali mendatangkan ketidaknyaman bagi kaum generalis. Akhirnya banyak dari mereka lebih memilih untuk menekuni bidang lain di luar perkuliahan. Berlanjut lagi ke tingkat pekerjaan, mereka semakin dituntut untuk menjadi spesialis. Mereka diwajibkan untuk menduduki posisi tertentu yang spesifik. Para spesialis yang tidak suka akan lebih memilih untuk memulai sebuah usaha mandiri atau berpindah pekerjaan. Sementara mereka yang bisa menerima akan menjadi kesulitan untuk maju menapaki jenjang karir karena mereka pasti akan kesulitan untuk melewati para spesialis yang memiliki kedalaman ilmu yang lebih dibanding mereka. Hasil akhirnya?? Tren sosial berubah dan sedikit sekali jumlah generalis yang berhasil menduduki jenjang pemimpin perusahaan.

Oleh karena, apapun tipe pembelajaran kita, spesialis atau generalis, tak perlu merasa kecewa atau bangga.  Tipe pembelajaran ini merupakan anugerah dari yang kuasa dan tak mungkin ditolak. Biasanya, dengan sendirinya kita akan mengetahui tipe kita. Tentang pemimpin perusahaan? Menurutku seorang pemimpin perusahaan yang bersifat generalis akan mampu mendobrak prediksi pasar dengan kemampuan yang mereka miliki. Logikanya, apabila terjadi evolusi hasilnya adalah penyempurnaan, namun apabila terjadi revolusi maka akibatnya adalah perubahan.

Kenali tipe pembelajaran yang sesuai dengan kita agar tidak salah dalam melakukan sesuatu.. Nah yang mana yang mewakili diri kita?